Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Aris Suyono. (foto: Budi Anshori/Niaga Asia)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA – Ruang isolasi RSUD Nunukan kembali kedatangan seorang pasien terkonfirmasi positif Corona Virus Disease (Covid-19). Pasien itu adalah pasien laki-laki berusia 44 tahun, merupakan warga Kecamatan Sebatik Timur.

“Hari ini pasien dirujuk dari Puskesmas Sebatik Timur ke ruang isolasi RSUD Nunukan,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Nunukan, Aris Suyono, Minggu (3/5).

Aris menjelaskan, konfirmasi swab positif diterima Dinas Kesehatan Nunukan, diketahui pada Sabtu (2/5) kemarin. Dimana, hasil pemeriksaan 11 sample masing-maisng 10 sample follow up pengobatan 4 pasien kelompok pertama dan 6 pasien kelompok kedua serta 1 sample diangnosa

Hasil pemeriksaan labotorium menyatakan, bahwa 10 sample follow up masih dalam keadaan positif, begitu pula untuk 1 sample diangnosa. Dengan demikian, jumlah pasien positif Covid-19 Nunukan bertambah 1 orang, atau total keseluruhan 6 pasien.

“Pemeriksaan swab pasien kelompok pertama dan kedua sudah 3 kali dan hasilnya masih positif. Dengan hasil ini, pasien konfirmasi belum bisa dinyatakan sembuh,” sebutnya.

Pasien positif terbaru ke-36 adalah hasil pemeriksaan petugas kesehatan di lapangan terhadap pelaku perjalananan dari luar daerah kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP), yang masuk ke wilayah pulau Sebatik tanggal 17 April 2020.

Pasien melaksanakan perjalanan ke Sukabumi, Jawa Barat dan cukup lama tinggal di sana. Tim medis menyimpulkan, bahwa kemungkinan besar pasein masuk klaster Sukabumi, karena pemeriksaan Rapid Test terhadap pelaku di Sukabumi hasilnya positif

“Rapid test di Sukabumi tanggal 1 April 2020, kemudian tanggal 14 April rapid tes di Tarakan hasilnya negatif. Kita ulang pemeriksaan di Sebatik tanggal 21 April 2020 dengan hasil positif,” jelasnya.

Meski bukan sebagai faktor penentu diagnosa positif Covid-19, pemeriksaan rapid test setidaknya membantu tim medis melaksanakan skrining lebih dini, terhadap orang-orang yang berisiko agar dapat dilakukan tindakan dan edukasi lebih awal untuk ketaatan isolasi mandiri

Terhadap pasien ke-36 itu, tim Puskesmas Sei Nyamuk Sebatik telah menyampaikan pasien sangat taat menjalani karantina secara mandiri di rumah. Sehingga kemungkinan nantinya tidak terlalu banyak orang-orang yang memiliki hubungan erat dengan pelaku.

“Hari ini tim Puskesmas Sebatik tracing siapa saja yang dekat dan kita akan melakukan pemeriksaan rapid test, terhadap kemungkinana semua kontak erat,” bebernya. (002)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *