Berau Berduka, Putri Nural Wafat Dalam Usia 110 Tahun

Proses pemakaman Putri Nural dari Keraton Gunung Tabur, Rabu (11/11/2020). (Foto Istimewa)

TANJUNG REDEB.NIAGA.ASIA-Berau berduka. Salah satu anggota keluarga Kesultanan Gunung Tabur di Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur, Putri  Adji  Nural, putri kedua dari Sultan Achmad Maulana Chalifatullah Jalaludinn, wafat,  Selasa sore  pukul 16.40 Wita dalam usia 110 tahun di RSUD Abdul Rivai Tanjung Redeb.

Sontak mulai Selasa sore  hingga malam dan Rabu  karangan bunga ucapan duka cita berdatangan memenuhi halaman keraton.

Warga Berau berduyun duyun melayat ke Keraton Gunung Tabur dimana putri disemayamkan diatas ranjang berwarna kuning dan kain penutup juga berwarna kuning.

Tampak hadir  melayat pada Rabu pagi (11/11/2020), Pjs Bupati Berau, Muhammad Ramadhan, Sekkab Ir Ghazali,  dan jajaran Pemkab Berau, anggota DPRD Berau, tokoh masyarakat , tokoh adat, kerukunan  keluarga dari berbagai etnis, pengusaha, Hj Sri Juniarsih Maksir dan  H Agus Tantomo.

Upacara memandikan jenazah putri Nural yang tercatat lahir tanggal 17 April 1910 hingga pemakaman menggunakan adat keraton, dan tetap sesuai syariat agama Islam yang dianut keluarga keraton Gunung Tabur,” kata Helda Mildiana melaporkan untuk Niaga.Asia.

Dalam kata sambutan keluarga Sultan Gunung Tabur, diwakili Adji Bachrul Hadie (Khlifatullah Kaharuddin) mengungkapkan, putri Nural merupakan keturunan dari Sultan Achmad Maulana Chalifatullah Jalaluddin.

Sebelumnya sekitar tiga tahun yang lalu adiknya putri Adji Kannik Barrau Sanipah telah wafat mendahuluinya,  termasuk putri Nuraini, kakak pertama dan adik bungsunya Raja Muda Badaruzzaman.

Putri Nural merupakan anak kedua dari empat bersaudara dari Sultan Achmad Maulana Chalifatullah Jalaluddin dengan permaisuriRatu Rakbah yang berdarah Banjarmasin.

Putri Nural disebutkan mengalami sakit tua. Satu tahun terakhir aktivitasnya hanya bisa berbaring di kasur. Namun sebelumnya bisa beraktivitas seperti biasa.

“Putri dimakamkan di Pemakaman Kesultanan Gunung Tabur di Jalan Manunggal, kelurahan Gunung Tabur. Pemakanan ini tepat berada di belakang Museum,” kata Helda.

Seperti yang diketahui, hampir seluruh warga Berau mengenal Putri Nural  yang akrab di panggil Mama Yal  ( bahasa berau mama artinya tante), karena semasa hidup putri yang panjang umur ini dikenal sangat familiar dan merakyat.

Putri Nural semasa hidupnya bersama adik nya kerap menerima tamu tamu dari warga Berau maupun dari luar Berau dan luar Kaltim kala berkunjung ke Keraton gunung Tabur dan Museum (berada di sebelah keraton).

Baik Putri Nural maupun adiknya putri Kannik, kerap bercerita tentang sejarah semasa ayahnya memerintah di Kesultanan Gunung Tabur hingga ayahnya wafat.  (adv/hel)

Tag: