Beroperasi Tahun Ini, Gedung Pandurata di RSUD AWS Dilengkapi Alat MRI Paling Canggih

Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Jaya Mualimin. (niaga.asia/Nur Asih Damayanti)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Pemprov Kaltim mematangkan kesiapan operasional Gedung Pandurata RSUD Abdoel Wahab Sjahranie yang rencananya beroperasi tahun 2026 ini. Melalui Dinas Kesehatan Kaltim, Pemprov menganggarkan Rp150 miliar untuk pengisian alat medis di gedung baru itu.

Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Jaya Mualimin mengatakan saat ini proses fisik gedung baru di kompleks RSUD AW Sjahranie yang dibangun sejak tahun 2023 itu sudah rampung, dan sekarang dalam masa pemeliharaan.

“Gedung baru ini akan beroperasi tahun ini. Saat ini masuk masa pemeliharaan. Kita mulai melakukan pengisian alat kesehatan yang dimulai sejak Januari ini. Targetnya Maret, seluruh alat kesehatan sudah tersedia,” kata Jaya, Selasa 6 Januari 2026.

Gedung Pandurata dibangun dengan skema pembiayaan bertahap. Pertama, Pemprov mengalokasikan anggaran Rp110 miliar dari APBD untuk pembangunan struktur utama dan fondasi gedung.

Kemudian tahap kedua 2024, kembali dialokasikan Rp140 miliar untuk penyelesaian dinding dan instalasi bangunan.

Jaya menjelaskan gedung itu baru bisa difungsikan secara menyeluruh, setelah seluruh instrumen medis terpasang dan siap digunakan untuk memenuhi pelayanan kesehatan masyarakat.

Untuk mendukung operasional gedung Pandurata, Dinkes menyiapkan anggaran Rp150 miliar pada 2026 untuk mengisi kelengkapan alat medis baru yang diperlukan di gedung baru ini secara menyeluruh.

Gedung Pandurata di RSUD AW Sjahranie (niaga.asia/Nur Asih Damayanti)

“Anggaran tersebut mencakup pengadaan berbagai alat kesehatan. Termasuk tempat tidur pasien, alat-alat yang berkaitan dengan operasi, hingga mebeler, karena kan gedung baru,” ujar Jaya.

Salah satu keunggulan utama dari Gedung Pandurata adalah kehadiran teknologi diagnosis terkini. Pemprov Kaltim mendatangkan unit Magnetic Resonance Imaging (MRI) 3 Tesla, untuk mendiagnosis masalah kesehatan seperti tumor, stroke, cedera sendi, gangguan jantung, penyakit saraf hingga memantau efektivitas pengobatan, dengan keunggulan menggunakan medan magnet dan gelombang radio.

MRI terbaru didatangkan untuk memastikan pelayanan diagnosis kesehatan bagi masyarakat Kaltim semakin optimal dan modern.

“Alat paling canggih yang ada nantinya adalah MRI paling terbaru. Kita cari yang terbaik,” sebut Jaya.

Kebijakan penggunaan alat serba baru ini diambil pemerintah daerah untuk menuntaskan persoalan kekurangan alat kesehatan, yang sempat dialami oleh rumah sakit rujukan pertama milik pemerintah daerah Kaltim itu.

Selain itu, program prioritas lainnya di tahun 2026 ini dipastikan tetap berjalan beriringan, seperti pembangunan infrastruktur rumah sakit dalam layanan pengobatan gratis bagi warga.

“Kehadiran alat medis lengkap dan baru, mampu mempercepat penanganan pasien rujukan yang membutuhkan tindakan medis kompleks tanpa harus ke luar pulau,” demikian Jaya Mualimin.

Penulis: Nur Asih Damayanti | Editor: Saud Rosadi

Tag: