Berstatus Probable Covid-19, Guru SMP di Nunukan Meninggal

Petugas pemakaman mengumandangkan adzan saat hendak menyalatkan jenazah sebelum dikebumikan. (Foto : Istimewa)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA – Pasien seorang guru SMP berstatus provable Covid-19 temuan Puskesmas Sanur, Kecamatan Tulin Onsoi dilaporkan meninggal dunia hari ini, 23 Desember 2020. Pasien itu sebelumnya sempat dirujuk dan menjalani perawatan di RSUD Nunukan selama 3 hari.

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Nunukan Aris Suyono mengatakan, pasien suspek Puskesmas Sanur mengalami perburukan kondisi kesehatan, sehingga RSUD Nunukan meningkatkan status pasien menjadi probable Covid-19.

“Awalnya dirujuk masih suspek, tapi karena kondisi kesehatan semakin menurun, status pasien ditingkatkan ke probable,” kata Aris, Rabu (23/12).

Pasien probable itu merupakan seorang perempuan berusia 38 tahun, yang bekerja sebagai tenaga pengajar atau guru, di salah satu SMP di Kecamatan Tulon Onsoi. Pasien diketahui tidak memiliki riyawat bepergian ke luar daerah.

Sebelum meninggal, tim kesehatan Satgas Covid-19 bersama RSUD Nunukan, sempat melakukan pengambilan sampel swab terhadap pasien, pada tanggal 22 Desember, untuk dikirimkan ke Balai Besar Laboratorium dan Kesehatan (BBLK) Surabaya.

“Kebetulan banyak suspek di RSUD Nunukan Jadi, sekalian kita ambil sample swab pasien. Mungkin 3 hari kedepan ada hasil pemeriksaan,” ungkap Aris.

Saat dirujuk ke RSUD Nunukan, lanjut Aris, pasien memiliki gangguan kesehatan lain yang menyertai, seperti dyspepsia, batuk, demam, sesak nafas. Pun demikian berdasarkan hasil rapid test tanggal 20 Desember 2020, jug bertatus reaktif.

Dijelaskan Aris, atas saran RSUD Nunukan dan persetujuan dari pihak keluarga, pemakaman pasien probable dilaksanakan dengan standar protokol ketat di pemakaman terpadu, milik Pemkab Nunukan. Lokasinya, di Kecamatan Nunukan Selatan, tidak jauh dari asrama Brimob.

“Keluar sepakat prosesi pemakaian menggunakan protokol kesehatan, meski hasil swab belum keluar,” ungkap Aris.

Hingga hari ini, Satgas Penanganan Covid-19 Nunukan mencacat telah terdapat 5 kasus kematian, dimana 3 orang diantaranya adalah pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Jumlah pasien positif hingga tanggal 23 Desember sebanyak 197 kasus dengan kesembuhan 116 orang.

Sehubungan semakin meningkatnya penyebaran Covid-19 di Nunukan, Pemkab Nunukan dalam waktu 2 minggu berusaha memutus penyebaran kontak erat di tengah-tengah masyarakat. “Sedangkan tercatat saja sulit bagi kita meyakini kedisiplinan mereka menjalani isolasi mandiri, apalagi yang tidak tercatat,” sebut Aris.

Untuk itu, Pemkab melalui surat edaran menghimbau masyarakat tidak menyelenggarakan kegiatan yang sifatnya kerumunan. Termasuk pembatasan untuk waktu operasional restoran dan cafe.

“Kontak erat penualaran Covid-19 sudah menyebar. Banyak orang tidak tercatat dan tidak diketahui,” pungkasnya. (002)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *