Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Nunukan,  Aris Suyono. (foto: Budi Anshori/Niaga.Asia)

NUNUKAN.NIAGA.ASIAGugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Nunukan, kembali menerima notivikasi 15 hasil pemeriksaan uji sampel swab yang telah terkonfirmasi oleh Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya.

“Kemarin malam diterima 15 sampel, 4 orang diantaranya terkonfirmasi positif tertular Virus Corona,” kata Juru bicara  Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Nunukan, Aris Suyono, Minggu (26/04).

Penambahan 4 orang pasien positif masing-masing, pasien ke 31 umur 38 tahun laki-laki alamat Kecamatan Nunukan, pasien ke 32 umur 42 laki-laki alamat Kecamatan Nunukan, pasien ke 33 umur 14 tahun laki-laki alamat Kecamatan Nunukan, pasien ke 34 umur 14 tahun laki-laki alamat Kecamatan Sebatik Tengah

Kepada 4 orang swab positif, Gugus Tugas Covid-19 Nunukan hari ini direncanakan melakukan rujukan dari Karantina Rusunawa ke ruang isolasi RSUD Nunukan untuk mendapatkan terapi dan pengobatan Covid-19.

“Anak remaja 14 tahun ini masuk klaster Goa Sulawesi Selatan dan masih satu rombongan dengan 2 anak yang usianya juga 14 tahun positif diruang isolasi RSUD Nunukan,” bebernya.

11 Penghuni Karantina Pulang

Terhadap 11 hasil swab negatif, Gugus Tugas Nunukan hari inin juga akan dilakukan proses  pemulangan dari penampungan karantina Rusunawa dan menerbitkan surat keterangan bebas Covid-19 serta dibekali dengan beberapa vitamin dan hand sanitezer.

Para swab negatif juga diminta tetap menjaga kesehatan, membatasi aktivitas diluar rumah dan terpenting lagi, mengurangi kontak dengan orang lain selama 14 hari kedepan, sebisa mungkin menjalani isolasi dirumah sendiri.

“hari ini 11 orang penghuni Rusunawa kita keluarkan mereka akan dibekali vitamin dan anjuran mengurangi kontak dengan orang lain selama 14 hari,” jelas Aris.

Dengan keluarnya hasil sampel swab 15 orang, gugus tugas Nunukan tinggal menunggu 2 sampel yang belum ternotivikasi, kedua sampel tersebut kasih dalam klaster jamaah tabligh penghuni rusunawa Nunukan.

Selain masih menyisakan 2 sampel swab di BBLK Surabaya, tim gugus tugas Nunukan tanggal 22 dan 23 APRIL 2020 mengambil 11 sampel maisng-maasing 10 sampel untuk menilai kesembuhan pasien dan 1 sampel untuk diangnosa.

“Kami mengalami kesulitan pengiriman swab karena ketiadaan jadwal penerbangan ke Tarakan ataupun ke Surabaya,” sebutnya. (002)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *