
NEW YORK.NIAGA.ASIA – Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu RI), Sugiono, melakukan pertemuan bilateral secara terpisah dengan Menteri Luar Negeri Pakistan, Mesir, dan Yordania di sela-sela Briefing Terbuka Dewan Kemanan PBB di New York (18/2).
Pertemuan-pertemuan tersebut membahas dinamika geopolitik terkini serta implikasinya terhadap proses perdamaian di Palestina.
Dalam kesempatan itu, Indonesia kembali menyuarakan peran aktifnya dalam mendorong penguatan gencatan senjata dan perlindungan masyarakat sipil di Palestina, utamanya di Gaza. Ditekankan pula pentingnya langkah yang terkoordinasi dan sejalan dengan hukum internasional guna mewujudkan perdamaian yang adil dan berkelanjutan.
Menlu Sugiono juga menyampaikan bahwa segala bentuk pemindahan paksa rakyat Palestina merupakan pelanggaran hukum internasional dan harus ditolak secara tegas.
“Saudara-saudara kita di Palestina tidak dapat menunggu lebih lama lagi untuk merasakan perdamaian yang adil dan bermartabat,” ujar Menlu Sugiono
Pertemuan-pertemuan tersebut berlangsung sehari sebelum penyelenggaraan pertemuan Inaugural Leaders’ Meeting of the Board of Peace (BoP) pada 19 Februari 2026 di Washington D.C. Bagi Indonesia, keterlibatan sejak tahap awal BoP dinilai penting untuk memastikan mekanisme yang dibangun tetap konsisten dengan Piagam PBB dan Resolusi DK PBB 2803 (2025).
Dalam diskusi tersebut, para Menlu sepakat bahwa berbagai mekanisme perdamaian, termasuk BoP, harus berjalan sejalan dengan visi Solusi Dua Negara serta menjunjung tinggi hukum internasional. Partisipasi Indonesia dimaksudkan untuk memastikan suara dan hak-hak sah rakyat Palestina tercermin dalam setiap proses pembahasan.
Para Menlu juga bepandangan bahwa kolaborasi berkelanjutan sangat diperlukan untuk menjaga stabilitas kawasan Timur Tengah. Keterlibatan Indonesia dalam BoP dan International Stabilization Force (ISF) akan tetap berpegang teguh pada mandat kemanusiaan dan prinsip hukum internasional.
Selain pertemuan dengan para Menlu tersebut, Menlu Sugiono juga melakukan pertemuan dengan Sekretaris Jenderal PBB dan Wakil Tetap Palestina untuk PBB pada 17 Februari 2026. Pertemuan itu menegaskan konsistensi Indonesia dalam mendukung sistem multilateral serta perannya sebagai mitra yang dapat dipercaya dalam penyelesaian situasi di Gaza.
Menlu Sugiono juga bertemu dengan Menteri Luar Negeri Inggris selaku Presiden Dewan Keamanan PBB bulan Februari 2026. Selain isu proses perdamaian, Menlu Sugiono pada pertemuan tersebut menggarisbawahi pentingnya penyaluran bantuan kemanusiaan ke Gaza secara cepat, aman, dan tanpa hambatan.
Seluruh rangkaian pertemuan ini menegaskan kembali komitmen Indonesia untuk terus berdiri bersama perjuangan rakyat Palestina, serta memperkuat sistem multilateral sebagai landasan terciptanya perdamaian yang adil dan berkelanjutan.
Sumber: Kementerian Luar Negeri RI | Editor: Intoniswan
Tag: Kemlu