Besok, Pertamina Kembali Distribusikan Gas LPG ke Krayan

Penerbangan perdana distribusi  gas Lpg ke Krayan oleh PT Pertamina, Maret 2021. (foto Istimewa/Niaga.Asia)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA-Setelah dua minggu  tidak melakukan pengiriman Gas Lpg 12 kg ke wilayah perbatasan, Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan, PT Pertamina menjadwalkan akan melakukan pendistribusian kembali besok, Rabu (17/11/2021).

“Pengiriman terhenti sejak awal November 2021. Perkiraan besok kembagi didistribusikan gas Lpg ke Krayan,” kata Sales Branch Manager Rayon V Kaltimut PT Pertamina (Persero) Tarakan, Azri Ramadan Tambunan pada Niaga.Asia, Selasa (16/11).

Distribusi  Gas 12 Kg dari Tarakan ke wilayah Krayan dimulai sejak Maret 2021 menggunakan pesawat udara Casa, tapi pesawat sejak Oktober mengalami gangguan dan berhenti total awal November.

“Sekali terbang pesawat Casa  milik perusahaan Pelita Air Service membawa maksimal 45 tabung Lpg  ukuran 12 kg,” ujarnya.

Sehubungan dimualinya kembali distribusi gas Lpg, Azri Ramadan menyatakan tidak ada kebijakan dari PT Pertamina untuk menambah kuota sebagai pengganti dari tidak terkirimkan jatah  sebelumnya.

Distribusi tetap seperti biasa,  maksimal 45 tabung gas, begitu pula terhadap standar harga tetap Rp 600 ribu (per tabung + isi) dan Rp 190 ribu rupiah (refill).

“Inikan tidak ada kuota-kuotaan, jadi berapa kita mampu, begitulah kita kirimkan setiap hari,” jelasnya.

Masuknya tabung gas Indonesia ke wilayah Krayan sangat membantu masyarakat perbatasan dalam mengatasi kesulitan tabung gas yang sebelumnya diambil dari Serawak, Malaysia seharga Rp 1,6 juta sampai Rp 2 juta

Keberadaan gas Indonesia setidaknya akan menghemat biaya pengeluaran masyarakat, apalagi di masa lockdown Pemerintah Malaysia menutup pintu perbatasan yang selama menjadi jalur keluar masuk pedagang Krayan.

“Perbedaaan harga gas Indonesia dengan Malaysia lebih Rp 1 juta, jadi cukup besarlah selisih penghematan biaya rumah tangga,” tuturnya.

Terpisah, Camat Krayan Hiberly mengatakan sejak hampir 2 bulan masyarakat di perbatasan Krayan kembali menggunakan kayu bakar pasca distribusi tabung Bright Gas 12 Kg terhenti dikirimkan PT Pertamina.

“Ada sekitar 2 bulanan ini tabung gas Indonesia tidak masuk, masyarakat krayan kembali gunakan kayu api,” terangnya.

Harga kayu bakar Rp700 ribu/m3

Bersamaan terhentinya pasokan gas Indonesia, perdagangan produk Malaysia di Krayan ikut terhenti dikarenakan pandemi Covid-19 yang dampaknya penutupan jalur keluar masuk di wilayah perbatasan.

Kebutuhan memasak kembali ke cara lama menggunakan kayu bakar dan seperti biasa pula, bisnis kayu bakar kembali muncul dikalangan masyarakat dengan harga jual sekitar Rp 700 ribu per kubik.

“Satu kubik kayu dijual Rp 700 dan biasanya cukuplah untuk 1 bulan memasak di rumah,” ujarnya.

Hiberly mengaku belum menerima informasi jadwal pengiriman kembali tabung gas ke wilayah Krayan, Pemerintah kecamatan hanya menerima kabar adanya masalah di transportir berkaitan dengan pesawat.

“Kalau kerusakan pesawat ada informasinya disampaikan ke Camat, informasi lainnya belum ada,” bebernya.

Penulis : Budi Anshori | Editor : Rachmat Rolau

Tag: