BI perkenalkan QRIS (foto : Niaga Asia)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Perkembangan teknologi informasi, berupa mobile payment menggunakan smartphone, membawa peranan besar dalam penyelenggaraan jasa sistem pembayaran, serta menjadi salah satu media pembayaran baru bagi transaksi keuangan masyarakat.

Salah satu metode mobile payment yang berkembang pesat saat ini, dengan memanfaatkan Quick Response (QR) Code.

Keunggulan pembayaran dengan QR code antara lain proses pembayaran lebih efisien, minim investasi, memperluas akses keuangan, memberikan alternatif media pembayaran kepada masyarakat.

“Serta mampu menampung informasi pembayaran yang banyak meski dalam ukuran fisik yang kecil (compact),” kata Kepala Perwakilan BI Provinsi Kaltim Tutuk S.H Cahyono, kepada wartawan di Samarinda, Jumat (7/2).

Tutuk menerangkan, untuk memastikan arus digitalisasi berkembang dan ekosisgem yang kondusif, serta dalam rangka mendukung integrasi pengembangan ekonomi keuangan digital (EKD), Bank Indonesia memiliki 5 visi sistem pembayaran indlnesia SPI 2025.

“Kelima inisiatif dalam SPI 2025 akan diimplementasikan secara langsung oleh BI maupun dengan kolaborasi, dan koordinasi yang produktif, bersama lembaga dan industri terkait,” ujar Tutuk.

Adapun sebagai langkah awal transformasi digital di sistem pembayaran Indonesia dalam membantu percepatan pengembangan EKD serta SPI 2025 :

1. BI memperkenalkan QR Code Indonesia Standar (QRIS), sebagai suatu bentuk standarisasi QR Code yang memungkinkan terjadinya interkoneksi dan interoperabilitas antara penyelenggara jasa sistem pembayaran (PJSP)

2. Sebelum adanya QRIS, merchant harus memilki QR dan membuka beberapa account pada aplikasi PJSP. Setelah menggunakan QRIS, merchant cukup memilkki satu QR Code dan membuka pada 1 account pada applikasi PJSP untuk dapat menerima pembayaran dan berbagai aplikasi PJSP

3. QRIS diberlakukan secara berkala sejak 17 Agustus 2019. Pihak-pihak yang terlibat dalam pengunaan QR Code, pembayaran wajib menyesuaikan QR Code yang digunakan sesuai standarisasi QRIS paling lambat 31 Des 2019

Dalam implementasi QRIS di Kaltim, lanjut Tutuk, per Januari 2020 terdapat 32.452 merchants QRIS. Dari jumlah itu, merchant QRiS paling banyak terdapat di kota Balikpapan, dengan jumlah 11.377 merchants, disusul Samarinda 9.761 merchants

“Kedepan BI bersama dengan lembaga dan PJSP akan memperluas QRIS di pasar tradisional, universitas dan lokasi wisata. Selanjutnya pada 7 Februari 2020 Kantor Perwakilan BI Kaltim telah menyerahkan QRIS kepada pengelola tempat-tempat ibadah di Samarinda, diantaranya masjid, gereja dan Buddhist Center,” tutup Tutuk. (006)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *