Aspal runway Bandara APT Pranoto Samarinda perlu dilapis 10 centimeter untuk keselamatan penerbangan dan keperluan operasi bandara.

SAMARINDA.NIAGA.ASIA-ASIA-Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tidak bisa menolak. Mau atau tidak mau, biaya pelapisan aspal runway dan exit taxiway senilai Rp27,5 miliar dibebankan ke APBD-Perubahan Kaltim, karena di Kementerian Perhubungan hanya tersedia anggaran untuk untuk pengadaan lampu runway/AFL sebesar Rp14,9 miliar.

“Apabila anggaran untuk melapis aspal di runway dan exit taxiway tak diakomodir di APBD-P, tahun depan bandara tak bisa difungsikan lagi,” kata Ketua Komisi III DPRD Kaltim, H Agus Suwandy, Jumat (26/7/2019), stelah pada hari Senin (22/7) mengadakan heraing dengan  Kepala Bandara APT Pranoto Samarinda, Dodi Dhama Cahyadi dan Kepala Bidang Pengembangan dan Kereta Api Dishub Kaltim, H Hasbi.

Menurut Agus, aspal runway dan exit taxiway harus dilapis setebal 10 centimeter. Panjang runway yang harus dilapis aspalnya 2.250 meter dan lebar 18 meter. Total anggaran diperlukan Rp27,5 miliar. “Kegiatan untuk melapis aspal itu sudah direkomendasikan Ditjend Perhubungan Udara,” ungkapnya.

“Kita harapkan setelah mengakomodir anggaran melapis aspal runway dan exit taxiway di APBD-Perubahan Kaltim, sebagaimana dijanjikan Ditjend Perhubungan Udara, dana untuk peningkatan bandara, selanjutnya ditanggung Kemenhub di APBN 2020,” kata Agus.

Oleh karena keharusan melapis aspal runway dan exit taxiway berkaitan dengan keselamatan penerbangan dan operasional bandara, kata Agus, Komisi III merekomendasikan ke Banggar DPRD Kaltim untuk menganggarkan di APBD-Perubahan 2019.  (001)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *