Bikin Miris, Bayi Usia Sebulan di Samarinda Tinggal di Gerobak

Gerobak yang ditinggali bayi bersama kedua orangtuanya (Foto : Niaga Asia)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Seorang bayi usia 1 bulan, dan ibunya, dini hari ini tadi, dievakuasi warga ke rumah warga yang menaruh iba. Sudah sejak lama, bayi itu tinggal di gerobak bersama orangtuanya, yang bekerja sebagai pemulung.

Keterangan diperoleh, keberadaan bayi itu, diketahui melalui unggahan warganet di media sosial Facebook. Warganet itu mengabarkan, ada bayi dan orangtuanya, tinggal di dalam gerobak, di pinggir Jalan Belatuk, Samarinda

Warganet itu mengunggah, lantaran menaruh iba. Setiap hari, hujan maupun panas, bayi itu di dalam gerobak bersama ibunya. Sementara ayahnya, adalah pemulung barang bekas.

“Saya berada dekat lokasi. Saya cek, ternyata informasi itu benar. Kami bawa ke rumah singgah sementara tengah malam tadi. Alhamdulillah sekarang sudah aman,” kata salah seorang relawan, Iqbal, dikonfirmasi Kamis (3/9).

Dia menerangkan, saat dia datang, bayi dan ibunya sedang tertidur pulas. “Sempat ngobrol, orangtuanya terpaksa tidur di gerobak karena diusir pemilik rumah kontrakan, karena nunggak kontrakan,” ujar Iqbal.

Bayi ini sudah aman bersama kedua orangtuanya dengan bantuan warga. (Foto : relawan/Info Samarinda)

Siang ini, Niaga Asia, menelusuri gerobak yang jadi tempat tinggal bayi itu bersama orangtuanya, di Jalan Belatuk. Gerobak itu hanya berukuran 1,5×1 meter, dan dijejal pasangan suami istri bersama bayinya.

Setiap hari, gerobak yang hanya belapis plywood dan kardus, dan berada di atas parit itu, memang jadi tempat tinggal. Di sekitar, terlihat pakaian yang sedang dijemur, dan perabot yang juga dijejal di dalam gerobak.

“Iya, sudah lama tinggal di gerobak itu. Orangtuanya mulung,” kata warga sekitar, Hasan, di lokasi.

Bersamaan itu, Lurah Temindung Permai Fathan Ibrahim Malik pun mengecek lokasi itu. Dia mengaku kaget. “Saya lewat-lewat saja di jalan ini (Jalan Belatuk). Saya kira kerja di belakang (gudang barang bekas),” sebut Fathan.

Dia mengaku heran, ketua RT yang tinggal persis di gang samping gerobak itu, tidak melaporkan ke kelurahan. “Padahal ketua RT (Ketua RT 16) tinggal di dalam gang. Ini akan kami segera data, kami koordinasikan ke Dinas Sosial agar segera tertangani. Sementara bayi ini di rumah singgah, ditangani warga,” demikian Fathan. (006)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *