aa
Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong — MI/Galih Pradipta

NUSA DUA.NIAGA.ASIA-Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bekerjasama dengan PT Bank HSBC Indonesia mengadakan Infrastructure Forum sebagai bagian dari Parallel Events IMF-WB Annual Meetings (AM) 2018 di Ayana Hotel & Resorts, Jimbaran, Bali, Kamis (11/10).

Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong mengatakan Forum ini menjadi wadah bagi para investor untuk berkomunikasi dengan Pemerintah terkait berbagai peluang investasi infrastruktur di Indonesia. Lebih dari 400 peserta hadir yang terdiri dari investor, corporate banking clients, private banking consumers dan fund management companies.

Indonesia Kantongi Investasi Infrastruktur Rp202,5 Triliun dari IMF-WB

BKPM juga mengadakan High Tea Event pada Infrastructure Forum antara Kepala BKPM dengan lima perusahaan dari berbagai negara, seperti China, Hongkong, Belanda dan Malaysia. Kepada mereka ditawarkan proyek dengan nilai investasi mencapai US$31,4 miliar untuk sektor infrastruktur yang meliputi bidang power plant, pelabuhan, konstruksi dan logistik. “Saya belum bisa menjelaskan detil besaran angka komitmen yang akan ditanamkan mereka karena prosesnya masih berlangsung,” kata Thomas.

Yang pasti, katanya, mereka tertarik untuk mempelajari Infrastructure Finance yang saat ini gencar ditawarkan. “Investor Eropa senang mempelajari sekuritisasi aset. Bila investor Jepang, Singapura dan Tiongkok tertarik pada investasi di sektor riil,” ujar Thomas.

Upaya menarik investasi masuk ke Indonesia saat ini memang sedang menghadapi tantangan seiring perubahan kondisi perekonomian global. Pemerintah mengupayakan agar para investor tetap mendapat imbal hasil yang stabil dan terjaga. “Di tengah fluktuasi pasar saham, investasi di pembiayaan infrastruktur lebih menjanjikan stabilitas,” tandasnya.

Kepala BKPM menjelaskan bahwa sebagaimana arahan Presiden Jokowi, diperlukan konsolidasi dan koordinasi yang kuat antara moneter, fiskal dan dunia usaha untuk mewujudkan pembangunan nasional.

Sumber: Media Indonesia

Berita Terkait