Kegiatan pemeriksaan di laboratorium BNN RI (Foto : lab.bnn.go.id)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – BNN RI berencana membangun laboratorium di Samarinda. Rencana itu diutarakan ketika Kepala Pusat Laboratorium BNN RI Brigjen Pol Wahyu Widodo berkunjung ke Balai Kota Samarinda, diterima Asisten III Kota Samarinda Ali Fitri, Senin (16/11).

Wahyu menerangkan, maksud dan tujuan dia berkunjung ke Pemkot Samarinda, untuk bisa bersinergi, bekerjasama dan berkoordinasi terkait program pembangunan laboratorium, yang dibangun di tahun 2021.

“Pusat laboratorium narkotika dibangun di Samarinda,” kata Wahyu, dikutip Niaga Asia dari keterangan tertulis humas BNN Provinsi Kalimantan Timur, Kamis (19/11).

Wahyu menerangkan, pembangunan laboratorium narkotika di kota Samarinda, untuk mendeteksi masuknya narkoba jenis baru ke Indonesia, khususnya di Kalimantan Timur. “Laboratorium untuk mendeteksi adanya 800 jenis narkoba baru, yang akan masuk, dan pasti akan masuk,” ujar Wahyu.

Sementara, Ali Fitri menyatakan, Pemkot Samarinda menyambut baik pembangunan laboratorium narkotika di Samarinda. Diharapkan rencana itu berjalan baik.

“Karena menjadi komitmen pemerintah daerah Samarinda, untuk mencegah penyalahgunaan narkoba, di seluruh wilayah NKRI. Khususnya di Kalimantan Timur,” terang Ali.

“Program itu menjadi komitmen bersama antara BNN dan Pemda, untuk menekan penyalahgunaan narkotika. Termasuk mencegah dan menghilangkan pasar barang haram dan berbahaya itu,” tambah Ali.

Sejauh ini, kerjasama terkait program P4GN antara BNN dan Pemda, sudah berjalan baik. Diharapkan, kerjasama itu terus terjalin sinergis, sehingga bisa menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkoba.

“Intinya, menekan atau menghilangkan pasar yang menumbuhkan transaksi. Sehingga tidak ada pengedar yang menjual narkoba. Itu semua bisa terwujud jika didukung seluruh pihak, termasuk masyarakat,” sebut Ali (006)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *