aa
Tim Basarnas menemukan Alif sudah dalam kondisi meninggal dunia di bekas galian tambang batu bara di Rapak Lambur, Tenggarong, 4 November 2018. (Foto: dok/Basarnas Kaltim-Kaltara)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Bocah Natasya Aprilia Dewi, murid kelas IV SD di Samarinda, meregang nyawa pagi tadi, usai tenggelam di kolam eks tambang batubara di Palaran. Jenazahnya masih disemayamkan di rumah duka, di Kebon Agung, Simpang Pasir.

Peristiwa memilukan itu, terjadi usai waktu sahur pagi tadi. Natasya, bermain bersama temannya, di pinggir kolam yang berada tidak begitu jauh dengan rumah tinggalnya.

Nahas dialami bocah perempuan itu. Belakangan, Natasya jatuh terpeleset dan tenggelam di kolam itu, dan sempat berteriak meminta tolong, hingga akhirnya didengar warga sekitar.

“Begitu ditolong, korban masih bernafas dan dilarikan ke rumah sakit,” kata Kapolsek Palaran Kompol Raden Sigit Satrio Hutomo, Rabu (29/5) malam.

Namun sayang, nyawa Natasya tidak lagi tertolong. “Dilakukan pertolongan medis di rumah sakit, tapi akhirnya nyawanya tidak tertolong, dan meninggal di rumah sakit,” ujar Sigit.

Sigit menerangkan, dari keterangan warga, kolam itu memang kolam bekas tambang batubara. “Jadi, warga sebelumnya sempat mau menutup kolam itu, tapi belum kesampaian. Ya, itu kolam bekas tambang batubara,” terang Sigit.

Masih dijelaskan Sigit, saat ini, kepolisian masih melakukan penyelidikan. “Kita cari tahu dulu, itu kolam bekas tambang milik siapa. Kita juga koordinasi dengan Polresta Samarinda. Yang jelas, korban memang anak SD murid kelas IV,” tutup Sigit.

Dikonfirmasi terpisah, Dinamisator Jatam Kalimantan Timur Pradarma Rupang, membenarkan peristiwa itu. Dia menyebut, korban Natasya adalah korban anak meninggal ke-34 di kolam bekas tambang batubara di Kalimantan Timur. (006)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *