BPBD Kaltim Ingatkan Kesulitan Sembako dan Elpiji di Wilayah Banjir

Tim gabungan evakuasi warga korban banjir di Desa Kelekat kecamatan Kembang Janggut, Kutai Kartanegara, Minggu 22 Mei 2022 (Foto : tangkapan layar/dok BPBD Kutai Kartanegara)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA — Menyusul banjir di kecamatan Tabang, kini giliran kecamatan Kembang Janggut, Kutai Kartanegara, terendam banjir akibat luapan sungai. BPBD Kaltim mengingatkan antisipasi berkurangnya pasokan kebutuhan pokok dan elpiji di wilayah banjir.

Banjir di Tabang dan berikutnya di Kembang Janggut berlangsung sudah hampir sepekan sejak Senin (16/5) lalu. Di Kembang Janggut, luapan tiga sungai yakni Sungai Belayan, Sungai Bengen dan Sungai Pedohon, telah merendam rumah warga.

“Diimbau, masyarakat Kaltim utamanya di kawasan banjir saat ini yang sudah sepekan ini banjir, kiranya mengantisipasi adanya kenaikan harga sembako ataupun kekurangan bahan pokok. Utamanya elpiji dan sayur mayur,” kata Petugas Pusdalops BPBD Kaltim Muriono, dikonfirmasi niaga.asia, Minggu.

Harga Sembako Melonjak dan Stok Elpiji Minim Imbas Banjir di Tabang

Muriono menerangkan, imbauan yang dikeluarkan bukan tanpa alasan. Mengingat banjir sepekan ini, tanaman masyarakat utamanya pertanian dan perkebunan mengalami kerusakan akibat terendam banjir.

“Antisipasi di wilayah terdampak banjir berkurangnya distribusi sembako. Utamanya di wilayah Kaltim bagian hulu,” ujar Muriono.

Kapolsek Tabang Iptu Joko Sulaksono saat memberikan penjelasan pemantauan kondisi terkini luapan Sungai Belayan di Tabang, Minggu 22 Mei 2022 (Foto : tangkapan layar/dok Polsek Tabang)

Data sementara diperoleh dari BPBD Kutai Kartanegara sore ini, di Kembang Janggut, sekitar 300 rumah warga berikut 10 fasilitas umum dan juga areal pertanian dan perkebunan warga terdampak banjir.

“Ada sekitar 780 kepala keluarga, atau sekitar 1.300 jiwa terdampak banjir di Kembang Janggut. Kerugian sekitar Rp 10 miliar,” terang Muriono.

Imbas banjir Kembang Janggut, lanjut Muriono, sebagaimana dilaporkan BPBD Kutai Kartanegara, juga melumpuhkan akses jalan dari Desa Pelekat di Kembang Janggut menuju ke Tabang.

Luapan Sungai Belayan di Tabang, Minggu 22 Mei 2022. Warga Tabang dan Kembang Janggut diminta waspada banjir susulan (Foto : tangkapan layar/dok Polsek Tabang)

“Desa Kelekat menuju Tabang lumpuh total,” jelas Muriono.

Banjir juga masih merendam permukiman warga di Tabang akibat luapan Sungai Belayan, ditambah lagi hujan lebat mengguyur dini hari tadi. Per pukul 10.00 WITA pagi ini tadi, terpantau debit Sungai Belayan meluap dan kembali merendam rumah warga desa seperti di Desa Sidomulyo.

“Arus sungai dan debit semakin meningkat dan memasuki desa Sidomulyo dan sekitarnya, mengakibatkan banjir susulan. Kami berharap masyarakat di Tabang dan sekitarnya, dam juga kecamatan Kembang Janggut, tetap waspada dengan banjir susulan yang terjadi sekarang ini,” kata Kapolsek Tabang Iptu Joko Sulaksono melalui dokumentasi video yang dikirimkan ke redaksi niaga.asia

Penulis : Saud Rosadi | Editor : Saud Rosadi

Tag: