
NUNUKAN.NIAGA.ASIA – Warga Mansapa, Kecamatan Nunukan Selatan, Kabupaten Nunukan, Ismail (45) menjadi korban serangan buaya saat sedang mencuci bentangan tali rumput laut di aliran sungai Mansapa, Minggu (22/03/2026).
Kasi Humas Polres Nunukan Ipda Sunarwan, mengatakan, Ismail mengalami luka cukup parah di lengan kiri hingga dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nunukan guna perawatan intensif.
“Peristiwnya terjadi sekitar pukul 10:00 Wita. Ismail yang merupakan petani rumput laut mengalami luka gigitan di bagian lengan sebelah kiri,” kata Sunarwan, Senin (23/03/2026).
Berdasarkan keterangan saksi Maslan, korban sebelum kejadian sempat berupaya naik ke daratan, karena mengetahui ada buaya di sungai, namun gerakan langkahnya dihentikan oleh buaya dengan menggigit lengan korban.
Melihat kejadian itu, saksi Jamaluddin yang juga berada di sekitar pinggiran sungai berusaha menolong korban dengan cara memukul – pukul kepala buaya menggunakan sebatang kayu panjang.
“Nasib baik, buaya melepaskan gigitannya, tapi korban mengalami luka cukup dalam di lengan kiri,” ucapnya.
Dalam kondisi lengan berdarah dan hanya dibalut menggunakan sarung, warga setempat membawa Ismail ke Puskesmas Nunukan Selatan, untuk selanjutkan dirujuk ke RSUD Nunukan.
“Kami hanya bisa menghimbau masyarakat yang bekerja di pinggiran sungai agar berhati-hati, perhatikan lokasi kerja sebelum turun ke sungai,” beber Jamaluddin.
Peristiwa buaya menyerang warga memicu komentar panjang media sosial, banyak warga mempertanyakan upaya dari pemerintah daerah melindungi warga, terutaam nelayan dan pekerja rumput laut dari gangguan buaya.
“Sudah berulang kali kami bermohon ke pemerintah minta ditangani serius ganggunan buaya di sungai Mansapa, Kami serah gelisah turun ke sungai,” kata Kamaruddin.
Keberadaan habitat buaya di sungai Mansapa maupun buaya sungai Mamolo Nunukan Selatan, terus bertambah banyak sangat meresahkan warga pekerja rumput laut dari tahun ke tahun.
Dilain sisi warga ingin hidupnya selamat, namun disisi lain pekerjaan menuntut para petani harus mencuci tali bentangan rumput laut di pinggiran sungai yang juga jadi habitat buaya.
“Sebenarnya kami tidak ingin mengadu nasib melawan buaya itu, tapi kami terpaksa turun ke sungai demi pekerjaan,” bebernya.
Kamaruddin berharap peristiwa ini mendapat perhatian pemerintah daerah agar musibah tidak kembali berulang. Keberadaan buaya di sungai Mansapa terus mengancam keselamatan petani dan nelayan.
“Buaya ini hewan dilindungi, tapi masa kita dibiarkan buaya terus memangsa manusia. Setiap tahun ada saja korban digigit buaya,” tuturnya.
Penulis: Budi Anshori | Editor: Intoniswan
Tag: Buaya