Bulan Mei 2021, THR Dorong Persepsi Konsumen Membaik

Sumber: Hasil Survei Bank Indonesia.

JAKARTA.NIAGA.ASIA-Pada Mei 2021, persepsi konsumen terhadap perbaikan penghasilan juga terpantau membaik sejalan dengan adanya tambahan penghasilan berupa Tunjangan Hari Raya (THR) bagi para pekerja, dan adanya peningkatan omset responden pelaku usaha pada periode Ramadan dan Idulfitri.

Demikian Kepala Departemen Komunikasi bank Indonesia, Erwin Haryono menjelaskan hasil survei konsumen bulan Mei 2021 yang diselenggarakan Bank Indonesia,  Selasa (8/6/2021).

Menurut Erwin, Indeks Penghasilan pada Mei 2021 mengalami peningkatan pada mayoritas kategori pengeluaran, terutama pada kelompok responden dengan tingkat pengeluaran Rp1-2 juta per bulan.

“Ditinjau dari sisi usia, indeks penghasilan saat ini mengalami peningkatan utamanya pada responden berusia di bawah 60 tahun dan Indeks Penghasilan per Kelompok Pengeluaran,” ujarnya.

Hasil survei juga menunjukkan, sejalan dengan membaiknya keyakinan terhadap penghasilan dan ketersediaan lapangan kerja pada Mei 2021, keyakinan konsumen untuk melakukan pembelian barang tahan lama juga membaik dibandingkan bulan sebelumnya terutama untuk jenis barang elektronik dan perabot rumah tangga.

Sumber : Hasil Survei Bank Indonesia.

Kenaikan indeks terjadi pada sebagian besar kelompok pengeluaran, yaitu responden dengan pengeluaran Rp1-4 juta per bulan. Menurut kategori usia, keyakinan untuk membeli barang tahan lama meningkat pada responden berusia 31-60 tahun.

Ekspansi usaha

Pada Mei 2021, konsumen memprakirakan ekspansi kegiatan usaha secara umum pada 6 bulan ke depan lebih terbatas dari bulan sebelumnya. Hal ini terindikasi dari Indeks Ekspektasi Kegiatan Usaha sebesar 120,9, lebih rendah dari 123,2 pada bulan sebelumnya.

Indeks mengalami penurunan pada hampir seluruh kategori pengeluaran, terutama pada responden dengan pengeluaran Rp1-2 juta per bulan. Sementara dari sisi usia, indeks terpantau menurun pada mayoritas kelompok usia, terutama pada responden berusia di atas 60 tahun.

Sementara itu, ekspektasi konsumen terhadap kenaikan penghasilan pada 6 bulan yang akan datang pada Mei 2021 tidak setinggi bulan sebelumnya. Indeks Ekspektasi Penghasilan Mei 2021 tercatat sebesar 125,0, lebih rendah dari 126,7 pada bulan sebelumnya. Indeks tercatat menurun pada responden dengan pengeluaran Rp1-3 juta per bulan.

“Sementara ditinjau menurut kategori usia, ekspektasi terhadap penghasilan ke depan melemah pada responden berusia di bawah 40 tahun dan di atas 50 tahun,” kata Erwin.

Di sisi lain, responden memprakirakan adanya peningkatan ketersediaan lapangan kerja pada 6 bulan mendatang, terindikasi dari Indeks Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Kerja Mei 2021 sebesar 120,3, meningkat dibandingkan 117,9 pada bulan sebelumnya.

“Berdasarkan tingkat pendidikan, Indeks Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Kerja terpantau meningkat pada responden dengan latar belakang pendidikan SLTA. Menurut kelompok usia, indeks mengalami kenaikan pada kelompok usia di bawah 50 tahun,” paparnya.

Rata-rata proporsi pendapatan konsumen yang digunakan untuk konsumsi (average propensity to consume ratio) pada Mei 2021 terpantau relatif tidak jauh berbeda dibandingkan bulan sebelumnya, yaitu dari 75,5% menjadi 75,8%.

Demikian juga, proporsi pendapatan konsumen yang disimpan (saving to income ratio) yang tercatat sebesar 14,6%, relatif stabil dibandingkan 14,8% dan rata-rata rasio pembayaran cicilan/utang (debt to income ratio) sebesar 9,6%, relatif sama dibandingkan 9,7% pada bulan sebelumnya.

Sumber : Departemen Komunikasi Bank Indonesia | Editor : Intoniswan

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *