aa
NAM Air

SAMARINDA.NIAGA.ASIA-Kabupaten Bulungan secara bertahap tidak terislir lagi. Satu lagi maskapai penerbangan, NAM Air akan mengisi rute penerbangan Balikpapan-Tanjungselor. Penerbangan perdananya dimulai 9 Agustus 2018.

“Saya sudah mendapat konfirmasi dari Pak Franky, Direktur Commercial NAM Air, penerbangan perdana dari dan ke Bandara Tanjung Harapan, Tanjunselor, Bulungan, tanggal 9 Agustus 2018,” ungkap Gubernur Kaltim, DR H Irianto Lambrie dalam WatsApp-nya ke Niaga.Asia, Rabu malam (25/7/2018).

NAM Air yang merupakan anak dari maskapai penerbangan Sriwijaya Air, setiap hari terbang dengan rute Balikpapan-Tanjungselor-Balikpapan mengunakan pesawt jenis ATR72-600 cap dengan jumlah penumpang sekali terbang 72 orang. “Saya akan berusaha hadir meresmikan penerbangan perdananya,” kata Irianto.

Menurut gubernur, masuknya NAM Air  ke Bulungan  merupakan tindak lanjut dari komunikasi yang telah dilakukan  Pemprov Kaltara dengan pimpinan NAM Air atau Sriwijaya Group. “Saya beberapa waktu lalu ada komunikasi dengan Pak Chandra Lie, CEO Sriwijaya Group. Kemudian beliau mengutus beberapa direksinya untuk bertemu dengan saya di Jakarta,” ungkapnya.

aa
Bandara Tanjung Harapan di Tanjungselor, Bulungan terus ditingkatkan landasan pacunya.

Dalam pertemuan itu, kata Irianto, di  menginginkan agar Sriwijaya dengan pesawat ATR-nya (NAM Air) bisa melayani penerbangan ke beberapa wilayah di Kaltara. Seperti Tanjung Selor, Nunukan, Malinau dan tentunya Tarakan. “Alhamdulillah permintaan saya itu direspons. Pihak Sriwijaya sudah melakukan survei dan segera merealisasikan,” lanjutnya.

Selain Sriwijaya dengan NAM Air, maskapai lainnya adalah Garuda Indonesia. Perusahaan BUMN ini, juga telah menjawab permohonan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara melalui gubernur untuk melayani penerbangan ke ibukota Provinsi Kaltara. Dikatakan gubernur, hadirnya maskapai baru diharapkan bisa menekan tarif penerbangan. Dengan semakin banyaknya penerbangan, tarif akan kian kompetitif.

Masuknya Wings Air dan NAM Air ke Bulungan, bisa menjadikan Bandara Tanjung Harapan sebagai jangkar bagi warga Malinau dan Tana Tidung  untuk mengakses daerah-daerah di luar Kalimantan Utara. “Saya berharap masyarakat bisa ikut mendukung suksesnya penerbangan ini,” ujar Irianto. Makin ramainya pergerakan di bandara Tanjung Harapan, tidak akan mematikan bandara Juwata Tarakan. Bahkan Tarakan bisa bertambah ramai dan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi di Kaltara. (001)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *