Bupati Berau Saksikan 56 Ibu Hamil Mendapatkan Suntikan Vaksin Pertama

Bupati Berau, Sri Juniarsih melihat proses vaksinasi ibu hamil di Balai Mufakat, Jalan Cendana Tanjung Redeb, Sabtu (4/9/2021). (foto Humas Pemkab Berau)

TANJUNG REDEB.NIAGA.ASIA –Setelah mendapat ijin pemberian vaksin COVID-19 pada ibu hamil, Pemkab Berau melalui Dinkes mulai memberikan suntikan pertama vaksin Sinovac kepada 56 ibu hamil  di Balai Mufakat, Sabtu (4/9/2021) pagi.

Bupati Berau, Sri Juniarsih saat datang meninjau pelaksanaan vaksinasi ibu hamil tersebut mengungkapkan, sangat berterimakasih kepada kader-kader kesehatan yang berinisiatif melakukan vaksinasi ibu hamil. Ibu hamil merupakan golongan rentan yang bisa terpapar COVID-19.

“Vaksinasi ibu hamil ini merupakan terobosan sangat bagus, dan mudahan bisa rutin dilaksanakan. Apalagi ini pertama kalinya dilakukan di Berau. Kita harapkan dengan vaksinasi ibu hamil ini, bisa mengurangi angka kematian kasus konfirmasi COVID-19 pada ibu hamil,” terang Sri Juniarsih.

Ia  juga mengimbau kepada Dinkes untuk lebih memperhatikan dan merapikan data ibu hamil di Kabupaten Berau, agar vaksinasi bagi mereka bisa merata.

“Ibu hamil juga memiliki hak sama untuk mendapatkan vaksinasi ini,” tegasnya.

Kadinkes Berau, Iswahyudi menjelaskan jika vaksinasi ibu hamil ini berjalan sesuai dengan keputusan Persatuan Obgyn (Obstetri dan Ginekologi) atau POGI (Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia), yang memperbolehkan pemberian suntikan vaksin semua jenis kepada ibu hamil.

“Beberapa syarat yang harus diperhatikan sebelum mendapatkan suntikan vaksin ini, usia kandungan harus 13 minggu ke atas. Dalam keadaan sehat dan saat pemeriksaan harus memberikan keterangan jelas dan jujur. Kalau ada ibu hamil yang memiliki komorbid, disarankan untuk menemui dokter spesialis dulu sebelum mendapatkan suntikan vaksin,” jelas Iswahyudi.

Untuk jumlah ibu hamil sesuai data yang diterima Dinkes Berau, sebanyak kurang lebih 1.400 orang. Dan setelah ini semua puskesmas di Kabupaten Berau, diinstruksikan untuk memberikan vaksinasi kepada ibu hamil di masing-masing lingkup kerjanya.

“Ibu hamil ini juga menjadi sasaran vaksin, dimana yang bergerak adalah bidan-bidan di setiap kecamatan. Saya juga instruksikan agar ibu hamil ini mendapat prioritas. Jika nantinya ada ibu hamil yang memiliki komorbid, kita sarankan ke dokter obgyn dulu atau ke sentra vaksin di RSUD untuk penanganan obgyn. Sedangkan yang keadaan sehat, bisa langsung ke puskesmas masing-masing untuk mendapat vaksinasi dari dokter puskesmas yang sudah diberi kewenangan oleh obgyn,” tambahnya.

Salah satu dokter spesialis kandungan yang mendampingi proses vaksinasi, menyebut jika pendataan dan persiapan vaksinasi ini, sudah dilakukan sejak dicanangkannya vaksin ibu hamil pada 2 Agustus 2021 lalu.

“Sebelum diberikan vaksinasi, kita sudah siapkan semuanya termasuk kondisi yang diperbolehkan. Untuk suhu tubuh diatas 37,5 dan tensi diatas 140/90 maka pemberian vaksin harus ditunda dulu. Juga ada kriteria ibu hamil dengan penyakit penyerta, kita kolaborasi dengan dokter penyakit dalam untuk memberikan screening. Kalau sudah dicek, bisa terkontrol dan mendapatkan rekomendasi maka kita berikan vaksinnya,” terang dokter spesialis kandungan yang juga bertugas di RSUD Abdul Rivai, dr.Jatmiko Rachmat.

Sama dengan pasien COVID-19 yang pernah terkonfirmasi positif, maka untuk ibu hamil yang pernah terpapar juga harus menunggu 3 bulan setelah dinyatakan negatif, sebelum mendapatkan suntikan vaksin ini.

Penulis: Rita Amelia I Editor: Intoniswan

Tag: