Bupati Kutim Sampaikan LKPj APBD Tahun Anggaran 2021

Bupati Ardiansyah Sulaiman (kanan) bersama Wakil Bupati Kasmidi Bulang (kiri) menyampaikan LKPj APBD Kutim Tahun Anggaran 2021 dalam Rapat Paripurna di DPRD Kutim, Rabu (16/6/2022). (Ronall/ Prokompi)

SANGATTA.NIAGA.ASIA– Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman sampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawab APBD Tahun Anggaran 2021 sebesar Rp3,11 triliun dalam Rapat Paripurna DPRD Kutim yang dipimpin Ketua DPRD Joni didampingi Wakil Ketua 1 Asty Mazar, dan dihadiri langsung 22 anggota Dewan, hari Rabu (16/6/2022).

Turut mendampingi Ardiansyah Ardiansyah, Wakil Bupati Kasmidi Bulang, pejabat dan pimpinan OPD, serta unsur Forkopimda dan undangan lainnya.

Menurut bupati, APBD Kutim Tahun Anggaran 2021 sebesar Rp3,11 triliun, sedangkan penerimaan Rp 2,82 triliun.

“Laporan keuangan pemerintah adalah instrumen pertanggungjawaban kepala daerah, dalam  penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan di Kutim tahun 2021, sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kutim tahun 2021-2026, sehingga meningkatkan kepercayaan dan kualitas partisipasi masyarakat dalam pembangunan,” ujarnya.

Penerimaan daerah tahun 2021 diperoleh dari pendapatan asli daerah, transfer, serta lain-lain pendapatan yang sah. Adapun realisasi belanja tahun anggaran 2021 sebesar Rp 2,84 triliun dari anggaran belanja Rp 3,08 triliun.

“Adapun jenis belanja yang dilakukan pemerintah mulai dari belanja operasional, belanja modal, belanja tidak terduga, dan belanja transfer,” terang Bupati.

Bupati Kutim lebih jauh menyebutkan penerimaan pembiayaan direncanakan berasal dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) tahun anggaran sebelumnnya. Sedangkan pada pengeluaran pembiayaan direncanakan untuk penyertaan modal pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

“Investasi jangka panjang merupakan investasi yang dimiliki pemerintah selama lebih dari setahun. Dapat meningkatkan kemampuan pemerintah dalam rangka pelayanan kepada masyarakat. Nilai investasi jangka panjang pada tahun anggaran 2021 sebesar Rp 165,57 miliar.

Perlu diketahui nilai investasi tersebut terdiri dari investasi jangka panjang non permanen dan investasi permanen. Nilai investasi non permanen sampai dengan akhir tahun anggaran 2021 sebesar Rp 1,16 milyar. Untuk nilai investasi permanen sampai dengan akhir tahun anggaran 2021 lalu sebesar Rp 164,40 miliar.  (adv)

Tag: