
NUNUKAN.NIAGA.ASIA – Bupati Nunukan, H Irwan Sabri menghadiri acara pelantikan pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Nunukan masa bakti 2025 – 2028 di lantai V kantor Bupati Nunukan.
“Saya ucapkan selamat atas terpilihnya dr. Sholeh Rauf sebagai Ketua IDI Kabupaten Nunukan, selamat juga kepada seluruh jajaran pengurus yang mengikuti pelantikan hari ini,” kata Irwan, Minggu (24/08/2025),
Irwan menyampaikan bahwa ada 3 persoalan mendasar dalam kesehatan yang saat ini dihadapi oleh hampir seluruh wilayah Indonesia yaitu, jumlah dokter yang masih kurang, distribusi dokter yang tidak merata, serta kurangnya dokter – dokter spesialis.
“Dari data menunjukan sebagian besar dokter terkonsentrasi atau bertugas di pulau Jawa dan kota – kota besar di Indonesia,” ucapnya.
Berkumpulnya para dokter di pusat-pusat kota besar mengakibatkan sejumlah daerah di luar jawa, terutama di daerah di pedesaan, pedalaman dan perbatasan sangat kekurangan tenaga dokter umum maupun spesialis.
Dengan dilantiknya IDI Nunukan, pemerintah daerah meminta kepada para pengurus IDI agar terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, baik di puskesmas maupun di rumah Sakit menjadi semakin baik.
“Jika pelayanan kesehatan kita semakin baik, saya yakin tidak ada lagi pasien yang memilih berobat di luar daerah, apalagi di luar negeri,” tegasnya.
Ketua Majelis Kehormatan Etika Kedokteran IDI wilayah Kalimantan Utara dr. Budy Azis B berharap amanah yang diberikan kepada IDI Nunukan dapat dilaksanakan dengan baik, serta mampu meningkatkan peran organisasi dalam memajukan kesehatan masyarakat.
“Sebagai perwakilan IDI Wilayah, kami berkomitmen untuk terus mendukung dan memfasilitasi kegiatan IDI Cabang Nunukan, baik dalam penguatan SDM maupun peningkatan pelayanan kesehatan, khususnya di wilayah perbatasan,” jelasnya.
Budy menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Nunukan, khususnya kepada Bupati Nunukan dan Dinas Kesehatan, atas dukungan terhadap pelayanan dan kesejahteraan para dokter.
“Berkat kerja sama ini, fasilitas kesehatan di Nunukan semakin maju, dan para dokter dapat lebih betah mengabdi bagi masyarakat,” ujarnya lagi.
Sementara itu, Ketua IDI Kabupaten Nunukan dr. Sholeh Rauf, menjelaskan kepengurusan IDI Cabang Nunukan, berdiri sejak tahun 2008 dengan jumlah dokter sebagai anggota IDI sebanyak 110 orang.
“Para dokter ini terdiri dari 24 dokter spesialis dan sisanya dokter umum. 80% dokter umum bekerja di instansi pemerintah, lebihnya di swasta, TNI, Polri, dan pelabuhan,” terangnya.
Sholeh meminta Pemerintah Nunukan kiranya dapat memberikan apresiasi kepada dokter -dokter senior yang telah mengabdi lebih dari 20 tahun memberikan pelayanan kesehatan tanpa henti.
“Selain dokter senior, pemerintah juga perlu pemberian insentif kepada dokter-dokter muda agar bisa bertahan di wilayah perbatasan,” tutupnya.
Sumber : Prokompim Nunukan | Editor : Budi Anshori | Advertorial
Tag: DokterIDI