Bupati Nunukan Serahkan Bantuan Beras ke Sopir Angkot, Panti Asuhan dan Korban Banjir

Bupati Nunukan Hj Asmin Laura menyerahkan bantuan beras kepada kelompok masyarakat terdampak kenaikan harga BBM. (Foto Istimewa/Niaga.Asia)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA– Bupati Nunukan, Hj Asmin Laura mulai menyalurkan bantuan beras 10 ton kepada sopir angkot, panti asuhan, Yayasan Santo Gabriel, korban  banjir di Kecamatan Krayan Selatan dan warga tidak mampu.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Nunukan Muhtar mengatakan, bantuan beras untuk 100  sopir angkot sebanyak 1 ton, masingmasing sopir menerima 10 kilogram.

“Bantuan beras kita serahkan langsung kepada masing-masing sopir dan tiap orang menerima 10 kilogram” kata Muhtar pada Niaga.Asia, Rabu (21/09/2022).

Bantuan beras diberikan pula kepada panti asuhan Aisyiyah Ruhama sebanyak 250 kilogram, panti asuhan lembaga kesejahteraan sosial anak Al-Kautsar sebanyak 250 kilogram, panti asuhan Gabriel Manek SVD/Yayasan Santa Maria Protegente sebanyak 250 kilogram, dan panti asuhan Hidayatullah sebanyak 250 kilogram.

Program ketahanan pangan tahun 2022 adalah bentuk perhatian pemerintah daerah dalam membantu masyarakat dan yayasan sosial yang terdampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

“Termasuk asosiasi – asosiasi sosial kemanusian seperti Jum’at berkah ikut membantu penyaluran kepada keluarga miskin dan janda-janda tua,” kata Muhtar.

Khusus bantuan beras 1 ton kepada 77 kepala keluarga korban bencana di Krayan Selatan, diberikan karena mereka kesulitan mendapatkan beras akibat kawasan persawahannya gagal panen akibat banjir.

Agar  pemerintah tidak dibebani biaya pengiriman beras lewat transportasi pesawat udara,  maka pemerintah daerah membeli beras-beras dari pihak ketiga dan pengusaha di Kecamatan Krayan, untuk disalurkan ke Krayan Selatan.

“Ongkos kirim naik pesawat ke Krayan Selatan cukup tinggi, makanya kami bawa uang dari Nunukan beli beras di Krayan,” ucapnya.

Muhtar menuturkan, program ketahanan pangan ini merupakan kebutuhan esensial bagi kehidupan masyarakat karena, selain untuk memenuhi kebutuhan fisiologis juga dapat membantu peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM).

Karena itu, penyaluran bantuan cadangan pangan pemerintah tidak hanya di lokasi-lokasi bencana, masyarakat-masyarakat miskin perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah agar kebutuhan hidupnya dapat terpenuhi.

“Kemampuan pemerintah terbatas, mana-mana yang dipandang layak itulah dibantu, sopir berpenghasilan besar tidak perlu dibantu,” bebernya.

Penulis:  Budi Anshori | Editor : Intoniswan

Tag: