aa
Air Sungai Segah kehijau-hijaun. (Foto Niaga.Asia)

TANJUNG REDEB.NIAGA.ASIA-Kondisi air Sungai Segah yang kembali menghijau sejak beberapa minggu lalu, membuat Bupati Berau Muharram mempersilakan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau, untuk dapat mempublikasikan hasil penelitian yang didapat.

“Tidak ada yang perlu ditutupi dari hasil laboratorium yang dilakukan pemerintah dengan pihak swasta terkait penemuan yang didapat dari fenomena perubahan air Sungai Segah, yang dilakukan beberapa waktu lalu. Jadi DLHK Berau dapat mempublikasikan hasil temuan itu,” tegas Bupati Berau, Muharram pada Jumat (3/1). Ini lantaran kerugian akibat air sungai yang tercemar tersebut membuat ikan-ikan di keramba milik warga mengalami kematian.

Menurut bupati, kondisi air sungai yang terindikasi tercemar dari aktivitas perusahaan dibawah naungan Kuala Lumpur Kepong (KLK) Grup yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit, meski sebenarnya sudah dilakukan beberapa pencegahan dari perusahan sekitar sungai sendiri, mulai dari menutup saluran drainase yang diduga sumber pencemaran yang bersumber dari pemupukan kebun sawit, dan menghentikan pemupukan sementara agar kondisi tersebut tidak berlanjut.

“Selain itu, instruksi untuk membuat kolam pengolahan limbah sebelum air dialirkan ke sungai agar disterilkan dulu, hingga sekarang belum terealisasi karena memang membutuhkan waktu lama,” ungkapnya.

Tetapi, dikatakan Muharram, karena volume air hujan semakin tinggi akhir-akhir ini, sehingga berakibat meluapnya tanggul tutupan yang sudah dilakukan sebelumnya. Bahkan, pihak KLK Grup yang tidak terima dengan hasil penelitian yang menyebutkan adanya pencemaran, tidak sepenuhnya karena aktivitas dari perusahaannya.

“Hasilnya kan sudah positif, pencemaran dari sumber yang disebutkan juga sudah jelas. Dipersilakan juga dari pihak KLK Grup kalau mau melakukan penelitian sendiri dengan timnya. Yang jelas Pemkab sudah melakukan kajian dan penelitian untuk perubahan warna air Sungai Segah ini sesuai prosedur,” tambahnya.

Meskipun sudah jelas penyebabnya, tetapi Muharram berharap akan dapat diambil tindakan bijak. Beberapa pertimbangan juga perlu dipikirkan, yakni perusahaan yang tidak boleh serta merta ditutup karena ribuan karyawan akan mendapatkan masalah. Selain itu, pertimbangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) daerah dari sektor perkebunan juga akan berkurang.

“Harapannya, untuk masalah ini tidak lagi terulang. Jadi, bagaimana supaya masalah ini terselesaikan, tetapi perusahaan masih bisa tetap berjalan,” pungkasnya.#

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *