Camat Tanjung Redeb Periksa Tanah yang Suratnya Berlapis

Anang Ardiansyah, Camat Tanjung Redeb bersama unsur Muspika  Tanjung Redeb, kepala Seksi  Pemerintahan  Kecamatan Tanjung Redeb yang membidangi pertanahan, pengurus dan ketua RT 3 Jalan Raja Alam II, pihak-pihak terkait  dan warga setempat melakukan pemeriksaan lapangan atas dugaan tanah yang surat-srtanya berlapis dua. (Foto Niaga.Asia)

TANJUNG REDEB.NIAGA.ASIA – Pemerintah Kecamatan Tanjung memeriksa kasus sebidang tanah di Jalan Raja Alam II, Kelurahan Bedungun yang surat-surat pengusaannya diduga berlapis antara warga bernama Umar dengan warga berinisal J.

“Umar melaporkan haknya atas tanah itu berdasarkan surat keterangan pelepasan hak atas tanah, sedangkan J juga mengklaim dengan dasar bukti kepemilikan sertifikat yang diterbitkan BPN (Badan Pertanahan Nasional) Berau,” kata Anang Ardiansyah, Camat Tanjung Redeb, Jum’at  (01/07/2022).

Camat melakukan pemeriksaan lapangan bersama unsur Muspika  Tanjung Redeb, kepala Seksi  Pemerintahan  Kecamatan Tanjung Redeb yang membidangi pertanahan, pengurus dan ketua RT 3 Jalan Raja Alam II, pihak-pihak terkait dan warga setempat.

Umar dua bulan lalu membuat laporan ke Camat Tanjung Redeb, dimana menduga di atas tanah atau di sebagian tanah yang dalam pengusaannya terbit sertifikat tanah yang diterbitkan BPN atas nama warga beranama J.

Menurut Anang Ardiansyah, hasil pengecekan hari Jumat akan disesuaikan Global positioning system (GPS). Titik koordinat tanah yang diperiksa, sementara yang diklaim Umar b erdasarkan surat keterangan pelepasan hak atas tanah (SKPT) . Kemudian disandingkan dengan batas-batas tanah yang diklaim J.

Anang Ardiansyah, Camat Tanjung Redeb: “Nanti kita juga akan memeriksa kebsahan dan prosedur terbitnya sertifikat dari BPN Berau atas nama warga berisial  J”. (Foto Niaga.Asia)

“Dalam pengecekan lapangan untuk sementara memang ada terlihat sedikit overlapping, di bagian tanah yang diatasnya kebetulan belum memiliki bangunan namun ada bekas galian. Mungkin hari Senin depan yang akan ada hasil kelanjutnya, mudahan bisa akan di ketahui pastinya,”  kata Camat.

Mengenai terbitnya sertifikat tanah atas nama J, akan diuji nanti keabsahannya, termasuk prosedur J mendapatkannya.

“Tanah yang kepemilikannya ini diduga overlapping, dulunya pernah dipinjam oleh pihak Karang Taruna,” ucap Camat. (slf)

Tag: