Cap Go Meh Imlek 2026 Bertepatan Ramadan, Barongsai Thien Ie Kong Samarinda Digelar Siang Hari

Kelenteng Thien Ie Kong di Jalan Yos Sudarso, Samarinda.(niaga.asia/Nur Asih Damayanti)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA — Perayaan Imlek 2026 di Kelenteng Thien le Kong di Jalan Yos Sudarso, Samarinda, berlangsung berbeda dibanding tahun sebelumnya. Pengurus kelenteng memutuskan untuk mengalihkan seluruh pertunjukan barongsai pada puncak Cap Go Meh 2026 ke siang hari.

Keputusan itu diambil sebagai bentuk toleransi karena perayaan Imlek bertepatan dengan bulan suci Ramadan 2026 yang akan jatuh pada 18 Februari nanti.

Aroma hio yang khas mulai menyeruak, berkelindan dengan semilir angin yang berembus kencang di sudut Jalan Yos Sudarso, Samarinda.

Sebuah bangunan berwarna merah menyala tampak sedang bersolek. Kelenteng Thien Ie Kong, rumah ibadah umat Tionghoa tertua di Kalimantan Timur yang kini menginjak usia 121 tahun, tengah bersiap menyambut tahun baru Imlek.

Pengurus Kelenteng Thien le Kong, Hansen. (niaga.asia/Nur Asih Damayanti)

Kesibukan mulai terlihat sejak Januari 2026. Dengan telaten, mereka memandikan patung dewa-dewi dan membersihkan setiap sudut bangunan. Debu-debu disapu bersih demi kenyamanan umat yang akan bersembahyang.

Tak hanya itu, pohon sakura imitasi dan sekitar 200 lampion atau tenglong mulai bergantung rapi, menciptakan atmosfer merah yang megah.

Imlek tahun ini terasa spesial karena berbarengan dengan bulan Ramadan. Meski jam pertunjukan barongsai harus digeser ke siang hari agar tidak mengganggu waktu ibadah umat Muslim, kemeriahannya tetap sama. Ini adalah cara indah warga Tionghoa di Samarinda menjaga toleransi tanpa mengurangi esensi hari besar Imlek.

Pengurus Kelenteng Thien le Kong, Hansen, 44 tahun, mengatakan, persiapan fisik sudah digeber sejak 5 Januari 2026. Mulai dari pembersihan hingga pengecatan ulang bangunan.

“Selesai pengecatan di awal Februari, kemudian dilanjutkan pembersihan lampu-lampu teratai, dan mulai pemasangan lampion atau tenglong. Kemudian dipasang bunga sakura dan pernak-pernik lain,” kata Hansen, saat berbincang bersama niaga.asia, Sabtu 14 Februari 2026.

Handsen menjelaskan untuk pembersihan patung dewa-dewi tuntas pada 25 Januari 2026, mencakup pembersihan dan penggantian baju untuk 11 dewa yang ada di kelenteng.

Kelenteng Thien le Kong ini berusia 121 tahun. (niaga.asia/Nur Asih Damayanti)

Tahun Baru Imlek 2026 yang jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026 menandai dimulainya Shio Kuda Api. Dalam kepercayaan Tionghoa, shio kuda identik dengan gerak dinamis dan aktif, sementara unsur api melambangkan perubahan serta pembaruan.

Kombinasi keduanya menjadi simbol bahwa mereka yang mampu beradaptasi dengan perubahan zaman akan melangkah lebih maju.

“Dekorasinya tetap sama, tapi di aula ada tambahan ornamen khusus ber-shio kuda,” ujar Hansen.

Terkait puncak perayaan Cap Go Meh yang bertepatan dengan puasa Ramadan, Hansen menegaskan komitmen toleransi pihak kelenteng. Di mana pada puncak Cap Go Meh tahun ini, atraksi barongsai diadakan siang hari hingga menjelang magrib.

“Biasanya sekitar jam 7-8 malam barongsai main di halaman belakang (Kelenteng). Tapi kami masih menunggu koordinasi dengan FOBI (Federasi Olahraga Barongsai Indonesia), bagaimana teknis tahun ini,” terang Hansen.

Lampion yang menghiasi Kelenteng Thien Ie Kong. (niaga.asia/Nur Asih Damayanti)

“Kita sesama umat beragama saling toleransi, tidak mengganggu umat yang menjalankan puasa,” tambah dia.

Kunjungan umat di bulan Imlek diperkirakan melonjak dibandingkan hari-hari biasa, mencapai 6.000 umat dalam sebulan. Pengunjung berasal dari berbagai daerah, Samarinda, Balikpapan dan lainnya.

Selama Imlek Kelenteng Thien Ie Kong terbuka bagi seluruh umat yang ingin berkunjung atau berswafoto. Jadwal ibadah dimulai pada 16 Februari pukul 20.00 hingga 24.00 Wita, dan pada 17 Februari dibuka mulai pukul 07.00 Wita hingga selesai.

“Masyarakat umum dipersilakan datang berkunjung untuk melihat suasana maupun berswafoto untuk meramaikan perayaan ini,” demikian Hansen.

Penulis: Nur Asih Damayanti | Editor: Saud Rosadi

Tag: