Sebanyak 772 WNI di Suriname mendapat bantuan logistik, hand sanitizer, masker, dan sarung tangan dari Dubes, Julang Pujianto. (Foto KBRI Paramaribo)

PAMARIBO.NIAGA.ASIA-Pandemi COVID-19 menyebabkan Pemerintah Suriname memberlakukan partial lockdown dan jam malam untuk mencegah penyebaran virus corona yang tentunya berdampak . Berbagai carai dilakukan KBRI Paramaribo untuk membantu para WNI di Suriname dan Guyana, salah satunya dengan mendistribusikan bantuan logistik, hand sanitizer, masker dan sarung tangan (24/04/2020).

“Di tengah situasi merebaknya wabah COVID-19, Perwakilan Indonesia di luar negeri harus tetap hadir dan berupaya memberikan pelindungan kepada WNI, terutama WNI yang tinggal di Suriname dan Guyana. Perlindungan WNI menjadi prioritas utama kami,” demikian ditekankan oleh Julang Pujianto, Duta Besar Indonesia untuk Republik Suriname dan Republik Kooperatif Guyana serta CARICOM, seperti dilaporkan situs kemlu.go.id.

Bantuan didistribusikan kepada komunitas WNI yang berada di wilayah Boskamp-Distrik Saramacca, berjarak sekitar 84 km serta wilayah Apoera-Distrik Sipaliwini, yang berjarak sekitar 350 km dari Distrik Paramaribo.

“KBRI Paramaribo mencatat jumlah total WNI di Suriname dan Guyana sebanyak 772 orang. Sebagian besar bekerja sebagai Anak Buah Kapal (ABK) di sektor perikanan dan kehutanan,” ungkap Julang.

Dilaporkan, sejauh ini para WNI berada dalam kondisi yang baik dan tidak terjangkit COVID-19. KBRI Paramaribo terus memaksimalkan layanan hotline, media sosial dan aplikasi whatsapp dalam memantau serta berbagi informasi terkait perkembangan situasi COVID-19 dan kebijakan pemerintah setempat kepada para WNI yang berada di wilayah tugas.(*/001)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *