aa
Kepala Bidang  Ketahanan Pangan, Dinas DKP3 Bontang, Debora Kristiani saat berada di Kelompok KRPL Cendrawasih. (Foto Dokumen DKP3 Bontang)

BONTANG.NIAGA.ASIA-Sebagian besar masyarakat mungkin belum memahami istilah yang disebut stunting. Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak, badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.

Di Kota Bontang, masalah stunting itu, coba diatasi dengan mengajak masyarakat memanfaatkan lahan pekarang sebagai wadah menanam tanaman yang bisa memenuhi gizi anak. “Itu yang kita sosialisasikan ke masyarakat, khusus ke ibu-ibu rumah tangga sekarang,” kata

Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Dinas Ketahanan Pangan Perikanan dan Pertanian (DKP3) Bontang, Debora Kristiani, Senin (7/10/2019).

Menurutnya, dengan tersedianya pangan bergisi di pekarangan rumah sendiri, atau tanpa harus membeli, diharapkan ”Isi Piringku” dengan gizi seimbang  dalam kehidupan sehari-hari para keluarga bisa dipenuhi.

Dalam satu porsi makan, orangtua bisa menyediakan setengah piring untuk anak-anaknya diisi oleh sayur dan buah, setengahnya lagi diisi dengan sumber protein (baik nabati maupun hewani) dengan proporsi lebih banyak daripada karbohidrat.

“Dalam hal ini kami turut membantu dalam penanganan stunting tapi dalam konteks mengajak orangtua memanfaatkan lahan pekarawan sebagai Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL),” terangnya.

Memanfaatkan lingkungan  perumahan sebagai sumber pangan dan gizi, misalnya sayur-sayuran, diharapkan orangtua memenuhi asupan gizi yang diperlukan anak-anaknya. “Sekarang sudah ada 10 kelompok warga yang dibina DKP3 Bontang memanfaatkan pekaranga atau lingkungan tempat tinggalnya jadi sumber pangan dan gizi,” kata Debora. (adv)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *