Ramlan mengalami luka sepanjang 15 Cm akibat tebasan parang Doni (foto Istimewa/Niaga.Asia)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA-Dua pengunjung hiburan “Oke Karaoke” di Jalan Cut Nyak Dien, Kelurahan Nunukan Tengah, Kecamatan Nunukan, terlibat cekcok mulut yang berujung kontak fisik, hingga menyebabkan Ramlan luka berat terkena tebasan parang Doni.

Kapolres Nunukan AKBP Saiful Anwar melalui Kasubag Humas Polres Nunukan Iptu M. Karyadi menyebutkan, keributan terjadi pada Minggu 05 Juli 2010 sekitar pukul 01:00 Wita, dimana korban bernama Ramlan (41) mengalami luka berat akibat ditebas pakai parang oleh Doni (37)

“Pelaku benama Doni (37) warga Jalan Sutanto, Kelurahan Nunukan Tengah, Kecamatan Nunukan dan tersangka sudah diamankan di Mapolres Nuanukan” katanya.

Berdasarkan keterangan tersangka pelaku penebasan, Doni, dia  sekitar pukul 11:30 Wita masuk “Oke Karaoke” untuk mencari meja. Melihat keberadaa Doni, korban kemudian memanggilnya, namun Doni mengaku tidak mendengar karena musik keras.

Setelah itu, kata Doni, Ramlan (korban) kemudian mendatangi mejanya dan langsung menampar serta  mengeluarkan kalimat hinaan terhadap dirinya. Meski dimaki-maki, Doni mengaku tidak melawan dan menjawab; “tidak bang, aku tidak tahu kita”.

Menurut Kapolres, setelah keributan kecil itu, Ramlan dibawa keluar oleh temannya, tidak lama atau  sekitar pukul 01:00  Doni juga keluar dari tempat karaoke tersebut karena waktu kunjungan  sudah habis.

Setelah itu, tanpa diduga, keributan antara Doni dan Ramlan berlanjut dihalaman parkir.  Doni yang berniat pulang ditahan oleh Ramlan  dan menantang Doni lagi. Tidak terima dengan hinaan itu, Doni pulang kerumah mengambil parang dan kembali ke “Oke Karaoke”.

Sesampainya di depan “Oke Karaoke” (parkiran), Doni langsung mengayunkan parangnya ke tubuh Ramlan yang mengakibatkan luka robek kurang lebih 15 cm dipunggung bagian sebelah kiri Ramlan.

“Lukanya cukup panjang 15 Cm, Ramlan langsung dibawa di Puskesmas Nunukan untuk tindakan medis sekaligus visum,” sebutnya.

Dikatakan Kapolres, keributan ini didasari ketersinggungan. Korban ataupun pelaku sama-sama dalam keadaan mabuk, sehingga tidak dapat mengontrol diri masing-masing. Dalam laporan polisi, korban disebutkan telah sering kali  membuat keributan disaat mabuk.

Korban juga sudah beberapa kali terlibat dalam perkelahian dengan beberapa orang berbeda. Saat ini korban masih menjalani perawatan dan penyembuhan luka di RSUD Nunukan.

“Keributanya ini murni dikarenakan mabuk, tidak ada hubungannya dengan Sara ataupun ketersingungan diluar itu,” tutur Kapolres. (002)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *