aa
Warga: “Kami baru menikmati listrik 5 jam dalam sehari.” (Foto Istimewa)

KUTAI KARTANEGARA.NIAGA.ASIA – Masyarakat Desa Muhuran di kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara, mengeluhkan ketersediaan listrik PLN selama 12 tahun terakhir ini. Selama itu, mereka hanya bisa menikmati listrik selama 5 jam. Mulai pukul 18.00-23.00 Wita.

“Sejak tahun 2008 seperti ini. Sekarang, kami menggunakan mesin genset yang dibeli oleh pemerintah desa. Masyarakat diminta iuran per harinya Rp5.000 untuk membeli solar,” kata Kepala Desa Muhuran Akhmad Nur, ditemui wartawan belum lama ini.

Nur mengatakan, menunggu janji dari pemerintah untuk menuntaskan persoalan tersebut. Sebab, kondisi desanya sangat membutuhkan listrik. Utamanya, untuk menunjang aktivitas keseharian masyarakat desa.

“Ini sudah dibahas baik di kecamatan, di kabupaten bersama Bupati. Bahkan beberapa waktu yang lalu sudah bertemu Pak Wakil Gubernur. Kami diberikan janji pada tahun 2020 mendatang,” jelasnya.

aa
Transparansi penggunaan APBDes ala masyarakat desa. (foto Istimewa)

Sementara itu, warga Desa Muhuran Erna Ningsih mengaku kebingungan, kemana lagi dia mesti berkeluh kesah, agar persoalan listrik bisa terpecahkan.

“Kami harus mengadu kemana? Sejak 2008 kami berupaya ke PLN dan pemerintah. Tapi, belum ada hasil. Sedangkan kami saat ini hanya bisa merasakan listrik di malam hari,” ujar Ningsih.

Sekedar diketahui, Desa Muhuran memiliki luas wilayah 5.640 Hektar, yang terdiri diantaranya 1.567 hektare area hutan produksi, serta 354 hektare merupakan Areal Penggunaan Lain (APL). Tercatat, ada 226 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 666 jiwa tinggal di desa itu. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *