Cerita Pemuda Tenggarong Ditawari Kencan Pelayan Tarif Rp150 ribu di Warkop

ilustrasi

TENGGARONG.NIAGA.ASIA – A (24), pemuda yang tinggal di Tenggarong, Kutai Kartanegara, meringkuk di penjara Polres Kutai Kartanegara. Kasusnya merampok di warung kopi (warkop) di jalan poros Tenggarong-Samarinda, serta upaya pembobolan ATM BRI Tenggarong Seberang.

A yang kini ditetapkan tersangka, menceritakan awal kejadian dia hingga nekat menganiaya wanita pelayan warkop di kawasan Tenggarong Seberang, Kamis (17/6) dini hari lalu sekira pukul 01.00 WITA.

“Saya waktu itu habis antar teman kerja,” kata A, ditanya wartawan, Jumat (26/6).

Saat hendak balik ke Tenggarong, A lantas singgah di warkop buat ngopi. Tidak ada niat sedikit pun saat itu dia ingin mengencani wanita pelayan warkop.

“Saya datang sendiri ke warung. Begitu mau ngopi, ditawari (berhubungan intim),” ujar A.

Berita terkait :

Rampok di Warkop Poros Tenggarong-Samarinda, Kepala Pelayan Dihantam Batu

Tawar menawar tarif sekali kencan pun sempat berlangsung alot. Hingga akhirnya jatuh pada nominal disepakati A dengan wanita itu Rp 150 ribu sekali kencan di warkop.

“Saya sudah buka pakaian tapi dia nggak mau. Katanya punya saya kebesaran jadi dia nggak mau,” aku A.

Belakangan, A pun tersinggung dengan pernyataan wanita di warkop itu. Dia pun membuntuti wanita itu ke dapur saat hendak membuat kopi, sambil menggenggam batu pengganjal pintu.

“Saya pukul sekali kemudian dia (korban) teriak. Saya pukul terus. HP-nya terlempar ke lantai, kemudian saya ambil,” ungkap A.

Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Arwin Amri Wientama saat pers rilis bersama Kapolsek Tenggarong Seberang AKP Yasir di Mapolres Kutai Kartanegara, Jumat (25/6). (Foto : istimewa)

“Tidak ada niat kasih mati (membunuh korban wanita pelayan warkop). Cuma dia teriak, saya pukul terus,” kilah A.

Sepekan kejadian itu berlalu, A punya rencana lain. Gara-gara berhenti kerja dari salah satu perusahaan tambang, dia pun tidak punya penghasilan lagi. Hingga akhirnya berbekal linggis dia mencoba membobol ATM BRI di Tenggarong Seberang, Kamis (24/6) dini hari.

“Saya sudah coba masukkan lamaran pekerjaan tidak ada yang lolos. Uang saya habis. Jadi rencana uang (hasil dari bobol ATM) buat pulang kampung,” ungkap A.

Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Arwin Amri Wientama dalam kesempatan pers rilis menerangkan, pelaku A tinggal di kecamatan Tenggarong. Saat ini kepolisian tengah mengembangkan kasus itu.

“Kita sedang kembangkan. Apakah ada TKP (Tempat Kejadian Perkara) lain di wilayah Kutai Kartanegara, atau di luar Kukar,” kata Arwin.

Penulis : Saud Rosadi | Editor : Saud Rosadi

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *