Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Nunukan, Aris Suyono (Foto Budi Anshori/Niaga.Asia)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA-Sempat mereda dengan kasus  Covid-19 nol dalam sebulan terakhir,  Kabupaten Nunukan kembali menerima konfirmasi hasil pemeriksaan specimen terhadap 11 sample swab, dimana  4 orang diantaranya positif tertular virus Corona.

“Hari ini ada penambahan 4 kasus positif terbaru hasil pengambilan swab 12 November 2020,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Nunukan, Aris Suyono, Senin (16/11).

Masing-masing kasus terbaru adalah, pasien NNK-70, laki-laki, umur 19 tahun, alamat KTP jalan Bukit Niaga, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, alamat tempat tinggal di Kabupaten Nunukan jalan TVRI Kecamatan Nunukan.

Pasien NNK-70 dirawat di  ruang cempaka, RSUD Nunukan atas rujukan Puskesmas Nunukan Timur. Pasien memiliki riwayat perjalanan dari Tanjung Selor, Bulungan tanggal 25 Oktober dan kembali ke Nunukan tanggal 28 Oktober 2020.

“Tanggal 2 November sempat berobat ke klinik dokter Andre dengan keluhan batuk dan demam tinggi, tanggal 6 November 2020 gejala indra penciuman dan indra perasa hilang,” sebut Aris.

Pada tanggal 8 November, pasien kembali berobat ke Puskesmas Nunukan Timur dengan gejala sesak napas dan batuk parah disertai demam tinggi, dari keluhan itu,  pasien dirujuk ke RSUD Nunukan untuk penanganan lebih lanjut.

Atas gejala dan ciri-ciri penyakit, RSUD Nunukan tanggal 10 dan 11 November mengambil sample swab yang hasil pemeriksaan labotorium dinyatakan positif dan hingga hari ini, pasien masih dirawat di RSUD Nunukan.

“Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa pasien merupakan penularan impor atau penularan dari luar daerah,” sebutnya.

Selanjutnya pasien NNK-71, laki-laki, umur 66 tahun, alamat jalan Hasanuddin, Kecamatan Nunukan, berdasarkan penelitian etimiologi, pasien pernah melakukan perjalanan dari tanggal 18 sampai 20 Oktober mengikuti kegiatan di Tanjung selor.

Timbul gejala laksana Covid dimulai 3 November dan tanggal 8 November 2020 berobat ke RSUD Nunukan tanpa rujukan Puskesmas dengan keluhan demam dan sesak.

Hasil pemeriksaan penunjang RSUD menemukan adanya Pneumonia, kemudian dilanjutkan pemeriksaan swab.

“Kesimpulan sementara pasien NNK-71 penularan bawaan dari luar daerah atau kasus impor,” tuturnya.

Kasus positif berikutnya NNK-72, pasien merupakan istri pasien NNK 71 yang masuk ke RSUD Nunukan tanggal 9 November 2020 dengan diagnosa observasi febris. Pasien menjalani pemeriksaan penunjang foto toraks dengan hasil Pneumonia bilateral.

Berikutnya pasien NNK-73, laki-laki, umur 18 tahun, alamat Kampung Badakan RT 02 Bandung, alamat di Nunukan Jalan Fatimura, Kecamatan Nunukan.

Berdasarkan informasi awal, pasien tidak memiliki perjalanan keluar daerah dalam 14 hari terakhir, bahkan  hampir 1 bulan tidak keluar Kabupaten Nunukan.

“Tanggal 9 November berobat ke puskesmas dengan gejala pendengaran sebelah kiri terganggu dan ada keluhan hilang indra penciuman,” jelas Aris.

Melihat dari keluhan dan gejala penyakit pasien, petugas Puskesmas berinisiatif melakukan repid tes yang hasil reaktif dan dijadwalkan pemeriksaan swab dengan hasil positif penularan lokal.

Bertambahnya 4 pasien kasus konformasi menandakan bahwa kondisi dilapangan masih sangat dimanis dan tentunya memungkinkan adanya penularan impor ataupun lokal.

Satgas  Covid  Nunukan mengharapkan masyarakat tatap mentaati protokol kesehatan.

“Jumlah pasien kumulatif 73 orang dengan 69 kasus dinyatakan sembuh, sedangkan untuk 4 kasus baru, 1 orang dirawat di RSUD dan 3 kasus menjalani isilasi mandiri dirumah,” pungkasnya. (002)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *