Ketua DPRD Kaltim, H Makmur HAPK. (Foto Intoniswan/NIAGA.ASIA)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA-DPRD Kaltim mendorong Pemerintah Provinsi Kaltim membuat kebijakan program pemulihan bagi usaha mikro kecil menengah, terutama kelompok usaha yang paling rentan terdampak status physical distancing, berupa tambahan penghasilan, dan atau bantuan modal usaha bagi ojek online, pedagang asongan, dan kelompok usaha kecil lainnya.

Dorongan membuat kebijakan untuk UMKM tersebut bagian dari 17 pokok-pokok pikiran DPRD Kaltim  yang dituangkan dalam suratnya Nomor 443/I-350/Set.DPRD tentang Penanggulangan Penyebaran Wabah COVID-19  tanggal 27 Maret 2020 kepada gubernur Kaltim. Surat yang ditandatangani Ketua DPRD Kaltim, H Makmur HAPK itu juga ditembuskan ke pihak-pihak terkait.

Selain itu, kata Ketua DPRD Kaltim, H Makmur HAPK, DPRD menyarankan Pemprov Kaltim menggalang dana untuk sembako murah atau sembako gratis bagi masyarakat yang tidak mampu jika diterapkan kebijakan full lockdown.

“Apabila dalam suatu daerah kabupaten/kota diberlakukan status karantina lokal, maka pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten kota menyediakan jatah makan bagi warganya ( tidak dalam bentuk uang melainkan makanan siap saji atau bahan kebutuhan pokok),” ungkapnya.

Kemudian, DPRD juga menyarankan untuk Pemprov Kaltim memaksimalkan koordinasi dengan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Kalimantan Timur mengenai antisipasi langkah-langkah yang dilakukan.

“Pemprov juga disarankan mempersiapkan analisa penutupan Bandar Udara, pelabuhan laut, dan terminal transportasi darat,” kata Makmur.

Selanjutnya, Pemprov Kaltim perlu melakukan pergeseran alokasi perjalanan dinas sebagai alternatif untuk penanganan covid-19 atau alokasi lainnya seperti dana infrastruktur. “Hanya saja untuk anggaran infrastruktur perlu ditelaah lebih dalam mengingat salah satu yang menggerakkan roda ekonomi Kalimantan Timur adalah proyek-proyek infrastruktur,” kata DPRD Kaltim. (001) 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *