Presiden saat memberikan pengantar pada Rapat Terbatas, Kamis (4/6). (Foto: Humas/Rahmat).

JAKARTA.NIAGA.ASIA-Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin Gugus Tugas, Kementerian, TNI dan Polri konsentrasi pada 3 (tiga) provinsi yang masih tinggi penyebaran Covid-19.

“Gugus Tugas maupun kementerian, TNI dan Polri utamanya konsentrasi di 3 provinsi yang angka penyebarannya masih tinggi, yaitu di Jawa Timur, di Sulawesi Selatan dan di Kalimantan Selatan,” tutur Presiden saat memberikan pengantar pada Rapat Terbatas, Kamis (4/6).

Berdasarkan data yang diterima Gugus Tugas dari 34 Provinsi di Tanah Air, Rabu (3/6/2020)  akumulasi data positif COVID-19 lainnya di Indonesia  Kalimantan Selatan 1.033 kasus, Jawa Timur 5.318, Jawa Barat 2.319, Sulawesi Selatan 1.668

Lebih lanjut, Presiden meminta agar hal ini dijadikan perhatian khusus sehingga angka penyebarannya bisa ditekan lebih turun lagi.

Berkaitan dengan satu data, Presiden telah sampaikan dalam Ratas hari Selasa lalu bahwa manajemen untuk satu data ini sudah mulai diperbaiki.

Kepala Negara berharap nantinya bisa melaporkan secara real time dari laboratorium, puslitbangkes yang ada di daerah-daerah sehingga dalam pengambilan keputusan maupun kebijakan bisa tepat dan akurat.

“Untuk itu sekali lagi saya minta pintunya betul-betul hanya satu,” ujar Presiden menekankan.

Pelacakan yang agresif

Selain itu Presiden meminta pengujian spesimen ditingkatkan targetnya dan pelacakan dilakukan lebih agresif dengan menggunakan teknologi. Presiden menyampaikan terima kasih karena target pengujian spesimen 10.000 ini sudah terlampaui.

“Saya harapkan target berikutnya ke depan adalah 20.000 per hari. Ini harus mulai kita rancang menuju ke sana,” tuturnya.

Selain itu, Presiden Jokowi juga meminta untuk pelacakan secara agresif. “Dilakukan lebih agresif lagi dengan menggunakan bantuan sistem teknologi telekomunikasi, bukan dilakukan dengan cara-cara konvensional lagi,” imbuh Presiden.

Seperti yang dilihat di negara-negara lain, Presiden mengambil contoh misalnya di Selandia Baru mereka menggunakan digital diary.

“Kemudian Korea Selatan juga mengembangkan mobile GPS untuk data-data sehingga pelacakan itu lebih termonitor dengan baik,” pungkas Presiden di akhir pengantar. (*/001)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *