Pesawat parkir di apron Bandara APT Pranoto di Samarinda (foto : istimewa/APT Airport)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Awan mendung tebal berkabut, disertai hujan intensitas sedang di Samarinda sedari pagi ini tadi hingga siang ini, membuat pendaratan penerbangan Lion Air JT314 dari Surabaya dialihkan ke Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, di Balikpapan.

Cuaca buruk di Samarinda itu, membuat jarak pandang aman untuk pendaratan pesawat di Bandara APT Pranoto Samarinda, turun di bawah jarak minimal 5.000 meter.

Keterangan dihimpun Niaga Asia, Lion Air B737-800 beregistrasi PK-LKV yang terbang dari Bandara Juanda pukul 07.29 WIB, seharusnya mendarat pukul 09.50 WITA di Bandara APT Pranoto.

Setelah sempat berputar 4 kali di udara, Lion Air JT314 akhirnya bergerak menjauhi Samarinda, dan mendarat di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, di Balikpapan, sebagai bandara terdekat, sekira pukul 10.15 WITA.

“Benar, dari Surabaya divert ke Balikpapan. Jarak pandang hanya 2.500 meter,” kata Koordinator Pelayanan dan Operasi Bandara APT Pranoto Samarinda Rora Ardian, dihubungi Niaga Asia, Minggu (28/6).

Rora menerangkan, syarat jarak pandang aman untuk pendaratan adalah 5.000 meter. Namun demikian, untuk penerbangan Batik Air nomor penerbangan ID6671 rute Samarinda (AAP) ke Jakarta (CGK), yang take off sekira pukul 07.31 WITA pagi ini tadi, tidak menemui kendala.

“Semoga (cuaca) membaik kedepannya. Batik Air ke Jakarta aman, tidak ada masalah,”ujar Rora.

Masih diterangkan Rora, rencananya JT314 dari Surabaya itu, akan kembali terbang ke Samarinda, setelah cuaca membaik di Samarinda.

Sekadar diketahui, Bandara APT Pranoto Samarinda, meski sudah memiliki lampu runway, namun belum dilengkapi Instrument Landing System (ILS), yang dapat lebih membantu navigasi pendaratan pesawat oleh pilot disaat cuaca tidak baik.

Dikonfirmasi Niaga Asia terpisah, Kepala UPBU Kelas I APT Pranoto Samarinda Dodi Dharma Cahyadi menerangkan, untuk ILS, sudah teranggarkan oleh Air Nav Indonesia, untuk dipasang Bandara APT Pranoto.

“Sudah dianggarkan Air Nav tahun ini, mudah-mudahan bisa terealisasi tahun ini juga. Dari kami, kami sudah siapkan lahannya untuk pemasangan ILS,” kata Dodi. (006)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *