Pesawat saat parkir di apron Bandara APT Pranoto. (foto : istimewa/Bandara APT Pranoto)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Lion Air jenis Boeing 737-800 beregistrasi PK-LJY dari Surabaya tujuan Samarinda mengalihkan pendaratan ke Balikpapan siang ini, akibat cuaca buruk di Samarinda.

Awan mendung tebal disertai hujan berintensitas ringan hingga deras, terjadi merata di Samarinda. Kondisi cuaca seperti itu, menurunkan jarak pandang di bawah mimimal 5.000 meter.

Lion Air take off dari Bandara Juanda sekitar pukul 09.40 WIB, dan dijadwal mendarat pukul 12.00 WITA. Namun akhirnya, pilot berkeputusan untuk mengalihkan pendaratan tidak di Samarinda. Melainkan, bandara terdekat, yakni Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan (SAMS) di Balikpapan.

“Benar, divert ke Balikpapan. Karena bad weather (cuaca buruk),” kata Kepala UPBU Kelas I APT Pranoto Samarinda Dodi Dharma Cahyadi, dikonfirmasi Niaga Asia, Rabu (8/7) siang.

Dodi menerangkan, cuaca buruk awan mendung tebal disertai hujan, menurunkan jarak pandang berada di bawah minimal 5.000 meter di Bandara APT Pranoto.

“Jarak pandang 500 meter di APT Pranoto,” ujar Dodi.

Dijelaskan Dodi, memang, runway di Bandara APT Pranoto, sudah dilengkapi lampu runway dan PAPI (Precision Approach Path Indicator). Namun demikian, keputusan untuk tidak mendarat menjadi keputusan pilot.

“Itu sudah menjadi pilot decision (keputusan pilot), kembali ke pilot,” sebut Dodi.

Meski demikian, lanjut Dodi, Bandara APT Pranoto terus diupayakan untuk dilengkapi. Seperti Instrument Landing System (ILS). “Tahun ini dipasang oleh Air Nav. Sejauh ini, belum ada informasi penundaan. Mudahan lancar,” terang Dodi.

“Meski semua dioperasikan, seperti lampu runway, PAPi dan ILS, kalau pilot putuskan tidak mendarat, itu sudah menjadi keputusan pilot. Iya paling tidak, menunggu 1-2 jam sambil menunggu cuaca rumah,” tutup Dodi. (006)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *