
NUNUKAN.NIAGA.ASIA – Komandan Gugus Tempur Laut (Danguspurla) Koarmada II, Laksamana pertama TNI. Endra Hartono memimpin pelaksanaan upacara peringatan hari Dharma Samudera 2026 di perairan Nunukan, Kalimantan Utara, hari ini.
Upacara yang digelar di atas Kapal Republik Indonesia (KRI) Sibat – 851 dihadiri Wakil Bupati Nunukan, Hermanus, Kapolres Nunukan, AKBP Bonifasius Rumbewas, Dansatgas Pamtas Yonkav 13/SL, Letkol Kav. Ikhsan Maulana Pradana, perwakilan Kodim 0911/Nunukan dan sejumlah pimpinan Forkopimda Nunukan.
“Kegiatan hari ini diikuti puluhan perahu nelayan, kehadiran mereka bukti bahwa TNI AL sangat menghargai keberadaan nelayan sebagai bagian dari penjaga laut perbatasan Indonesia,” kata Endra Hartono, Kamis (15/01/2026).
Hari Dharma Samudera merupakan momentum untuk mengenang dan meneladani nilai-nilai perjuangan para pahlawan TNI AL yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Peringatan Dharma Samudera hendaknya juga menjadi penguat komitmen TNI AL dalam menjaga kedaulatan laut nasional, serta memastikan keamanan wilayah perairan Indonesia tetap terjaga dengan baik.
“Salah satu cara menjaga kedaultan laut di perbatasan Indonesia adalah dengan terus melaksanakan patroli rutin dan operasi pengamanan laut secara berkelanjutan,” sebutnya.
Selain penegakan hukum di laut, TNI AL juga memperkuat sinergi dengan instansi terkait dan masyarakat pesisir guna mencegah berbagai aktivitas ilegal, serta menjaga stabilitas keamanan laut sebagai beranda depan nkri.
Danguspurla Koarmada II secara khusus memberikan apresiasi kepada nelayan perbatasan. Menurutnya, nelayan merupakan bagian penting dalam sistem pertahanan karena nelayan mata dan telinga TNI AL di laut.
“Hari ini kita membagikan sembako untuk nelayan, kami ingin menunjukkan bahwa TNI AL peduli terhadap kesejahteraan mereka dan sekaligus mempererat kemanunggalan TNI bersama masyarakat pesisir,” sebutnya.
Lewat momentum peringatan Dharma Samudera, Danguspurla Koarmada II berharap para nelayan dapat terus bersinergi dengan TNI AL, menjaga keselamatan dilaut dan berperan aktif melaporkan apabila melihat aktivitas mencurigakan di perairan
“Saya yakin kebersamaan TNI dan nelayan akan mampu menjaga kedaulatan laut di perbatasan Indonesia Kabupaten Nunukan,” ujarnya.
Upaara peringatan Dharma Samudera tahun 2026 ditutup dengan penyerahan paket bantuan sembako kepada puluhan nelayan yang sejak pagi hingga siang bersiaga mengelilingi KRI Sidat – 851.
Untuk diketahui, hari Dharma Samudera merupakan peringatan mengenang pertempuran heroik di laut Arafuru yang terjadi 15 Januari 1962. Dalam pertempuran tersebut, Angkatan Laut Indonesia di bawah kepemimpinan Yos Sudarso mempertahankan Irian Barat, agar tidak jatuh ke tangan Belanda.
Tiga kapal cepat RI masing-masing KRI Macan Tutul, KRI Macan Kumbang dan Kapal RI Harimau berjuang untuk merebut Irian Barat dari tangan penjajah Belanda. 3 kapal tersebut memiliki tugas infiltrasi mendaratkan pasukan di Kaimana, Papua Barat.
Penulis : Budi Anshori | Editor : Intoniswan
Tag: TNI AL