Danlanal Sangatta Sebut Bela Negara Dimulai dari Hal Kecil

Danlanal Sangatta Letkol Laut (P) I Komang Nurhadi (Foto : Fuji Pro Kutim)

SANGATTA.NIAGA.ASIA – Bincang-bincang antara pengurus PWI Kutim dengan Danlanal Sangatta Letkol Laut (P) I Komang Nurhadi beserta jajaran berlangsung hangat, Senin (21/6). Walaupun pertemuan resmi, namun silaturahim ini lebih banyak diselingi canda tawa karena banyolan dari Danlanal Sangatta yang ternyata memiliki selera humor tinggi.

Ternyata Komang sengaja ingin silaturahim diwarnai penuh tawa, santai dan penuh keakraban. Bukan terkesan kaku dibalik sikap formal yang terkadang membuat lidah kelu.

Dari semua obrolan santai, Komang berharap ada sesuatu nilai positif yang bisa dipetik dari semua hal yang disampaikan. Contohnya adalah sikap bela negara yang akhir-akhir ini mulai terdegradasi sedikit demi sedikit.

Di wilayah Kabupaten Kutai Timur yang bisa dibilang sebagai miniaturnya Indonesia, tentunya diperlukan sikap dari masyarakat agar lebih mencintai daerah dan negaranya.

“Perlu selalu ditanamkan jiwa bela negara. Lebih mencintai negara,” kata Komang mengingatkan.

Contoh kecil yang bisa dilakukan sebagai wujud bela negara yakni dengan mengamati dinamika lingkungan sekitar. Mengamati pergerakan warga baru atau pendatang dari luar daerah atau masyarakat asing yang masuk ke wilayah Kutim.

Komang menegaskan sekecil apapun potensi yang mengganggu keamanan negara wajib mendapat perhatian. Hal itu menjadi penting untuk menjaga kedaulatan Republik Indonesia dari potensi gangguan pihak lain.

Selain itu hal sederhana yang bisa dilakukan adalah dengan menghafal dan mengamalkan nilai Pancasila sebagai dasar negara dengan Senantiasa mengumandangkan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan hal kecil lainnya.

Komang menyebut Indonesia adalah negara yang “sexy”. Artinya dengan segala bentuk potensi sumber daya alam hingga energi yang dimilikinya, Indonesia menjadi rebutan negara-negara lain.

Tugas para jurnalis menurut Komang adalah merubah pola pikir masyarakat agar lebih mencintai tanah air Indonesia. Caranya bisa dengan mengedukasi masyarakat agar bersikap lebih disiplin terhadap diri sendiri, lingkungan dan hal lain yang berdampak pada kemajuan negaranya, melalui informasi yang benar untuk membentuk pola pikir positif dan lebih baik.

Sehingga hal-hal kecil yang berdampak positif bisa dilakukan masyarakat sebagai gaya hidup. Seperti membuang sampah pada tempatnya. Mengelola manejemen waktu yang baik, agar lebih menghargai waktu. Senantiasa memberikan kemampuan terbaik.

“Ada (masyarakat) yang bilang, aah (disiplin) itu kan karena bapak TNI. Tapi saya bilang bukan itu, melainkan karakter. Basic kita (TNI dan masyarakat) sama, apakah saya makan besi? Apakah kentut saya harum? Sama saja kan? Dasarnya adalah disiplin,” tegas Komang yang mulai bertugas di Kutim sejak April 2021 itu.

Dari semua itu, Danlanal Sangatta menyimpulkan bahwa bela negara yang dilakukan oleh masyarakat tidak harus dilakukan dengan mengangkat senjata layaknya TNI. Namun dimulai dari hal-hal kecil yang berdampak positif bagi masyarakat dan negara ini. (hms3)

Sumber : Humas Pemkab Kutai Timur
Editor : Saud Rosadi

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *