aa
Gubernur Kaltara, H Irianto Lambrie. (Foto Niaga.Asia)

TANJUNG SELOR.NIAGA.ASIA-Serapan dana desa di Kaltara pada 2018, lebih baik dari tahun ke tahun. Pada tahun ini, empat kabupaten sebagai penerima alokasi dana desa, capaian daya serap anggarannya sudah 100 persen. Dari pagu sebesar Rp 387.541.209.000, semuanya telah disalurkan ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) di 4 kabupaten di Kaltara.

“Atas capaian realisasi ini juga, Alhamdulillah Pemprov Kaltara mendapat penghargaan dari Kementerian Keuangan melalui Ditjen Perbendaharaan Wilayah Kaltara, untuk kategori Pengelolaan Transfer ke Daerah dan Dana Desa Terbaik TA 2018 yang diterima pada 17 Desember 2018 lalu,” kata Gubernur Kaltara, H Irianto Lambrie mengutip isi laporan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Senin (31/12).

Sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat, maka peran provinsi memfasilitasi penyaluran anggaran ke setiap desa, termasuk dalam pengawasannya. Pemberian dana desa, merupakan salah satu program unggulan yang menjadi Nawacita Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Menurut gubernur, pengelolaan yang maksimal ini, juga tidak lepas dari peran petugas lapangan, seperti pendamping desa dan tenaga ahli yang ada. Termasuk pembinaan dari setiap kabupaten pun terus ditingkatkan.

aa
Grafis Infopubdok Kaltara

Untuk diketahui, pada 2019, alokasi dana desa mengalami kenaikan yang signifikan. Yaitu dari Rp 387,5 miliar pada 2018, meningkat menjadi Rp 463,268 miliar atau naik sekira 19,5 persen. Dana yang masuk ke desa semakin besar. Maka berdampak pada pembangunan di desa harus meningkat.

“Dalam pengelolaannya, berulang kali saya mengingatkan agar selalu berhati-hati, jangan sampai ada kekeliruan apalagi dengan kesengajaan. Karena semua pihak, baik aparat hukum, hingga KPK turut mengawasi dalam pengalokasian dana desa ini,” kata Irianto Lambrie mengingatkan. (001)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *