berlin
AKP Eka Berlin

NUNUKAN.NIAGA.ASIA-Masyarakat di Nunukan kota, Kalimantan Utara (Kaltara) diminta mewaspadai meningkatkan kasus pencurian. Salah satu penyebabnya adalah pendeportasian TKI (Tenaga Kerja Indonesia) illegal dari Sabah, Malaysia ke Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara) memicu kriminalitas di kota Nunukan. Kasus kriminal yang muncul adalah  pencurian.

“Kondisi TKI itu saat kita terima dalam keadaan tidak punya uang, mereka kan baru dikeluarkan dari tahanan di Tawau. Sesampai di Nunukan mereka tidak punya pekerjaan, padahal setiap hari perlu makan dan minum,” kata Kepala Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Tunon Taka Nunukan, AKP Eka Berlin pada Niaga.asia, Senin (5/3).

Menurutnya, dua kasus pencurian barang-barang milik warga  di wilauah hukum KSKP melihatkan mantan-mantan  TKI deportan Malaysia.“Ada dua perkara pencurian bulan Januari dan Februari tahun 2018 dengan tersangka dua mantan TKI deportasi,” ungkap Berlin.

Kapolsek  menyebutkan,  perkara pencurian tanggal 3 Januari 2018, tersangka pelaku  Ega Azikin alias Tega Bin Zainal Abidin. Tersangka diketahui mencuri sejumlah telepon genggam, Televisi dan uang sekitar Rp 6 juta di rumah warga di Jalan Tien Suharto, Gang Asoka, Kelurahan Nunukan Timur, Kecamatan Nunukan. “tersangka  masuk kerumah setelah melihat jendela tidak tertutup dan penghuni dalam keadaan tidur,” kata Berlin.

Saat itu tersangka melihat jendela rumah terbuka, lalu dia memanjat jendela dan mengambil barang-barang dan uang  apabila dinilai jumlahnya sekitar Rp 11 juta.” sebutnya.

Tas  berisi uang Rp 6 juta dibuang dipinggir jalan, sedangkan televise ditinggal dekat rumah korban. Dari temuan itu, Polisi bergerak mendeteksi sidik jari dan menelusuri informasi warga setempat.

Diterangkan pula, Polisi menangkap tersangka saat hendak berangkat naik Kapal KM Lembelu di Pelabuhan Tunon Taka. Tersangka  sempat mengelak sebagai pemilik tas barang  yang berada didekatnya, dari tas itulah kami mendapatkan bukti-bukti hasil curian. “Awalnya pelaku tidak mengaku sebagai pemilik tas yang berisi telepon genggam dan cincin milik korban,” tuturnya.

Kasus pencurian kedua,  KSKP Nunukan mengamankan Sabri alias Boy pada 1 Februari 2018 yang juga mantan TKI deportan Malaysia. Sabri ditetapkan sebagai tersangka  sound sistem sebuah  truk. Dalam pemeriksaan tersangka juga mengaku mencuri di sebuah bengkel motor di Jalan Silisun.

Pencurian dibengkel motor melibatkan dua orang temannya yaitu Aco dan Lan yang kini buronan dan diduga  melarikan diri  ke  Malaysia. ketiga pelaku dituduh telah mengambil 10 ban luar, 10 ban dalam, mesin gerinda dan mesin bor.  “ Aco dan Lan masih buron dan ketiganya ternyata mantan deportan Malaysia bulan Desember 2017 lalu,” kata Berlin.

Melihat tingginya tingkat kejahatan, Berlin meminta masyarakat waspada terhadap rumah masing-masing, jangan lupa mengunci pintu dan jendela. Kejahatan bisa muncul karena situasi dan kesempatan ditambah iman tidak kuat.

Prilaku kejahatan para deportan di Kabupaten Nunukan dikarenakan mereka memiliki pekerjaan tetap. Rata-rata deportan ini hidup tidak menentu dipinggiran jalan dan terkadang tidur diemperan rumah-rumah warga.

“Minta maaf, para deportan dipulangkan dalam kondisi tidak punya apa dan tidak punya keahlian khusus. Ada kesempatan mencuri dan itu terbuka, jadilah kejahatan itu,” bebernya. (002)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *