
SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Nilai ekspor Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) pada Desember 2025 tercatat US$2.305,59 juta, atau naik sebesar 36,77 persen dibandingkan dengan November 2025.
Sementara Nilai impor Provinsi Kalimantan Timur pada Desember 2025 tercatat sebesar US$603,73 juta, atau naik sebesar 37,98 persen jika dibandingkan dengan nilai impor November 2025.
Demikian disampaikan Statistisi Ahli Madya Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltim, Ariyanti Cahyaningsih SST., M.Si, dan Vivi Azwar SP, M.Si. secara daring hari ini, Senin (2/2/2026).
Menurut Ariyanti, ekspor migas Desember 2025 tercatat sebesar US$264,91 juta, atau naik sebesar 109,78 persen dibandingkan dengan November 2025. Sementara itu, ekspor nonmigas tercatat US$2.040,68 juta, atau naik sebesar 30,86 persen.
Tiga negara tujuan ekspor komoditi Kaltim pada bulan Desember 2026 masih sama dengan bulan-bulan sebelumnya yakni Tiongkok diurutan teratas, menyusul India dan Jepang.
Mengutip laporan media, BPS Kaltim mencatat, impor China naik ke level tertinggi yaitu sebesar $243,64 miliar pada Desember 2025, naik sebesar 11,42 persen (m-to-m) dan 5,71 persen (y-on-y). Kenaikan tersebut didorong oleh aktivitas restocking menjelang Tahun Baru Imlek, pembelian energi dan logam industri yang lebih kuat di tengah penurunan harga global, dan front-loading oleh perusahaan yang mengantisipasi potensi friksi perdagangan dan volatilitas mata uang.

Impor batubara termal Jepang melalui jalur laut pada Desember 2025 tercatat sebesar 9,8 juta ton, yang meskipun menunjukkan kenaikan secara bulanan sebesar 16,4 persen, tetapi masih terkoreksi turun secara tahunan akibat permintaan listrik yang belum pulih sepenuhnya.
Sepanjang tahun 2025, total volume impor batubara Jepang mencapai 103 juta ton, yang menandakan adanya tren penurunan permintaan tahunan sebesar 4,93 persen dari salah satu mitra dagang utama Kalimantan Timur ini.
Impor India pada Desember 2025 naik menjadi $63,5 miliar, naik sebesar 1,28 persen (m-to-m). Kenaikan impor disebabkan oleh pembelian minyak mentah yang tinggi untuk memenuhi permintaan energi dan stok industri.
“India mencatatkan rekor volume impor pupuk jenis NPK dan NP tertinggi dalam 14 tahun terakhir pada Desember 2025 dengan total mencapai 577.000 ton. Lonjakan signifikan ini merupakan bagian dari kebijakan strategis Pemerintah India untuk memperkuat cadangan inventaris domestik guna memastikan ketahanan stok dalam mendukung aktivitas pertanian nasional mereka,” kata Ariyanti.
Ariyanti menambahkan, ilai impor migas tercatat sebesar US$527,46 juta, atau naik sebesar 50,61 persen dibandingkan dengan nilai impor November 2025. Sebaliknya, nilai impor nonmigas Desember 2025 tercatat sebesar US$76,27 juta, atau turun sebesar 12,66 persen.
Impor nonmigas antara lain barang dari kelompok bahan baku/penolong sebesar 95,86% dari total impor, barang modal 4,04%, dan barang konsumsi 0,10%.
“Impor terbesar Kaltim masih dari Tiongkok, Vitenam, Amerika Serikat, dan Jerman,” ujarnya.
Neraca perdagangan Provinsi Kalimantan Timur pada Desember 2025 mengalami surplus sebesar US$1.701,86 juta. Neraca perdagangan sektor nonmigas tercatat surplus sebesar US$1.964,41 juta, sebaliknya sektor migas tercatat defisit sebesar US$262,55 juta.
Penulis: Intoniswan | Editor: Intoniswan
Tag: Eksim Kaltim