Tim BPBD Kota Samarinda berbaju hazmat saat menjemput jenazah pasien kasus Covid-19 di RSUD AW Sjachranie, Kamis (20/8). (Foto : istimewa/Satgas Covid-19)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Dua jenazah warga Samarinda yang sebelumnya tercatat sebagai pasien kasus Covid-19 di Samarinda, hari ini kembali dimakamkan sesuai protokol. Diantaranya, Wg (68), seorang pasien isolasi mandiri, lantaran mengantongi hasil rapid test reaktif.

Pasien Wg, meninggal Rabu (14/10) malam. Namun demikian, sore sebelumnya, petugas medis sempat mengambil swab Wg, untuk diperiksakan di laboratorium.

“Iya benar, pasien (Wg) ini adalah pasien isoman (isolasi mandiri). Jadi, swab sudah diambil, diperiksa. Hasilnya menunggu, yang bersangkutan lebih dulu meninggal,” kata Kabid Kedaruratan BPBD Kota Samarinda Ifran, dikonfirmasi Niaga Asia, Kamis (15/10).

Ifran menerangkan, sekira pukul 00.00 Wita tengah malam tadi, tim Satgas Covid-19 menjemput jenazah untuk dibawa ke rumah sakit. “Posisinya duduk di kursi. Tidak ada yang tahu bersangkutan sudah meninggal,” ujar Ifran.

Satu lagi pasien meninggal, adalah ITJ (47). Sepuluh hari dirawat sejak Senin (5/10) di RSUD AW Sjachranie, ITJ meninggal sekira pukul 06.00 Wita. ITJ sendiri, mengantongi 2 kali hasil positif melalui pemeriksaan swab Polymerase Chain Reaction (PCR).

“Benar. Yang kedua ini, adalah seorang ASN (Aparatur Sipil Negara) di lingkungan Pemprov,” sebut Ifran.

Dengan pemakaman 2 jenazah tengah hari ini tadi, maka tim pemakaman Satgas Covid-19 kota Samarinda, telah memakamkan 210 orang sesuai protokol, di pemakaman Raudhatul Jannah, di Serayu, Tanah Merah, di utara kota Samarinda.

“Sebenarnya ada 3 yang kita makamkan. Tapi satu jenazah dengan status probable, dijemput keluarga, untuk dimakamkan oleh keluarga,” demikian Ifran. (006)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *