
SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Pemprov Kaltim merespons permintaan debat terbuka yang diajukan Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Universitas Mulawarman untuk mengevaluasi satu tahun kepemimpinan Gubernur Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji.
Rudy menyatakan dialog terbuka bersama mahasiswa yang telah digelar bersama BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Unmul sudah cukup untuk menjawab berbagai aspirasi dan keresahan mahasiswa.
Karena itu, Pemprov Kaltim memiliki tugas utama yakni mengakselerasi pembangunan di 10 kabupaten/kota, bukan memperpanjang ruang perdebatan.
“Hari ini bukan waktunya kita untuk berdebat, ini waktunya bekerja. Banyak hal yang harus dikerjakan untuk kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat Kaltim, terutama terkait standar layanan minum. Berdialog oke. Kalau berdebat terus, kerjanya kapan?” kata Rudy.

Sementara Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji menjelaskan dalam diskusi terbuka bersama mahasiswa Unmul ini, pemerintah telah berupaya merangkul seluruh elemen mahasiswa.
Terkait aksi pemberian kartu merah oleh BEM KM Unmul saat acara diskusi terbuka yang diinisiasi BEM Fisipol Unmul, Seno menganggap hal tersebut sebagai bentuk aspirasi yang wajar dalam iklim demokrasi.
Terkait ajakan debat BEM KM Unmul, menurutnya diskusi terbuka itu sudah cukup untuk menjawab pertanyaan dan keluhan mahasiswa.
“Tadi harusnya langsung bersamaan dengan BEM KM Unmul, karena infonya BEM KM kan mau gabung dengan BEM Fisip. Jadi kami satukan di acara diskusi tadi,” katanya di Gedung Rektorat Unmul, Selasa 31 Maret 2026.
Untuk itu Pemprov Kaltim menyatakan bahwa diskusi terbuka itu sudah cukup, dan tidak perlu dilaksanakan debat berikutnya.
“Cukup lah ini. Kalau debat terus, nggak kerja dong. Ini sudah cukup. Kalau debat gimana mau cari diskusi. Terkait aspirasi silahkan sampaikan ke kami,” demikian Seno Aji.
Penulis: Nur Asih Damayanti | Editor: Saud Rosadi
Tag: Pemprov KaltimRudy Mas'udSeno AjiUniversitas Mulawarman