Dibandingkan Maret 2021, Penduduk Miskin Kaltim Berkurang 8.640 Orang

SAMARINDA.NIAGA.ASIA-Persentase penduduk miskin pada September 2021 sebesar 6,27 persen, menurun 0,27 persen poin terhadap Maret 2021 dan menurun 0,37 persen poin terhadap September 2020.

“Jumlah penduduk miskin pada September 2021 sebesar 233.130 orang, menurun 8.640 orang terhadap Maret 2021 dan menurun 10.860  orang terhadap September 2020,” kata Statisi Ahli Madya Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur, Edi Waryono dalam keterangan resminya secara virtual, Senin (17/1/2022).

Sementara di Jakarta, Kepala BPS Pusat, Margo Yuwono melaporkan, secara nasional,

persentase penduduk miskin pada September 2021 sebesar 9,71 persen, menurun 0,43 persen poin terhadap Maret 2021 dan menurun 0,48 persen poin terhadap September 2020.

“Jumlah penduduk miskin pada September 2021 sebesar 26,50 juta orang, menurun 1,04 juta orang terhadap Maret 2021 dan menurun 1,05 juta orang terhadap September 2020,” katanya.

Menurut Statisi Ahli Madya Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur, Edi Waryono, persentase penduduk miskin perkotaan Kaltim pada September 2021 sebesar 4,74 persen, turun dari 5,01 persen pada Maret 2021.

“Sementara persentase penduduk miskin perdesaan pada September 2021 sebesar 9,63 persen, turun dari 9,87 persen pada Maret 2021,” ungkapnya.

Dibanding Maret 2021, jumlah penduduk miskin September 2021 perkotaan turun sebanyak 6,0 ribu orang (dari 127.280 orang pada Maret 2021 menjadi 121,28 ribu orang pada September 2021).

Sementara itu, pada periode yang sama jumlah penduduk miskin perdesaan turun sebanyak 2.630 orang (dari 114.480 orang pada Maret 2021 menjadi 111.850 orang pada September 2021).

Statisi Ahli Madya Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur, Edi Waryono. (Foto BPS Kaltim)

Garis Kemiskinan pada September 2021 tercatat sebesar Rp703.223,-/kapita/bulan dengan komposisi Garis Kemiskinan Makanan sebesar Rp495.785,- (70,50 persen) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan sebesar Rp207.438,- (29,50  persen).

Penduduk Miskin Nasional

Sedangkan  persentase penduduk miskin perkotaan di Indonesia pada Maret 2021 sebesar 7,89 persen, turun menjadi 7,60 persen pada September 2021. Sementara persentase penduduk miskin perdesaan pada Maret 2021 sebesar 13,10 persen, turun menjadi 12,53 persen pada September 2021.

“Dibanding Maret 2021, jumlah penduduk miskin September 2021 perkotaan turun sebanyak 320.000 orang (dari 12.180.000 orang pada Maret 2021 menjadi 11.860.000 orang pada September 2021),” kata Margo Yuwono.

Sementara itu, pada periode yang sama jumlah penduduk miskin perdesaan turun sebanyak 730.000 orang (dari 15.370.000 orang pada Maret 2021 menjadi 14.640.000 orang pada September 2021).

Garis Kemiskinan pada September 2021 tercatat sebesar Rp486.168,-/kapita/bulan dengan komposisi Garis Kemiskinan Makanan sebesar Rp360.007,- (74,05 persen) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan sebesar Rp126.161,- (25,95 persen).

“Pada September 2021, secara rata-rata rumah tangga miskin di Indonesia memiliki 4,82 orang anggota rumah tangga. Dengan demikian, besarnya Garis Kemiskinan per rumah tangga miskin secara rata-rata adalah sebesar Rp3.389.535,-/rumah tangga miskin/bulan,” ujarnya.

Sumber : Badan Pusat Statistik | Editor : Intoniswan

Tag: