Dibandingkan September, Inflasi di Kaltim Bulan Oktober Lebih Rendah

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Provinsi Kalimantan Timur atau Kaltim (Gabungan 2 Kota Samarinda dan Balikpapan) pada Oktober 2022 terjadi inflasi sebesar 0,17 persen dengan tingkat inflasi tahun kalender 4,94 persen dan tingkat Inflasi tahun ke tahun sebesar 5,84 persen.

“Pada Oktober 2022 terjadi Inflasi untuk Kota Samarinda sebesar 0,22 persen dan Kota Balikpapan juga terjadi inflasi sebesar 0,09 persen,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltim, Yusniar Juliana dalam rilisnya hari Selasa (1/11/2022).

Inflasi bulan Oktober 2022 lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya, dimana Provinsi Kaltim (Gabungan 2 Kota Samarinda dan Balikpapan) pada September 2022 terjadi inflasi sebesar 0,85 persen dengan tingkat inflasi tahun kalender 4,76 persen dan tingkat Inflasi tahun ke tahun sebesar 5,69 persen.

Pada September 2022 terjadi Inflasi untuk Kota Samarinda sebesar 0,83 persen dan Kota Balikpapan juga terjadi inflasi sebesar 0,88 persen.

BPS juga melaporkan, pada Oktober 2022 dari 90 kota pantauan IHK nasional, 29 kota mengalami inflasi dan 61 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Manokwari sebesar 0,76 persen, dan Inflasi terendah sebesar 0,01 persen terjadi di Cilacap, Sintang dan Gorontalo.

Sementara itu kota yang mengalami deflasi tertinggi adalah Gunungsitoli sebesar 1,48 persen dan deflasi terendah sebesar 0,01 persen terjadi di Sampit.

Menurut Yusniar, inflasi  di Kaltim terjadi karena adanya peningkatan harga yang ditunjukkan oleh naiknya beberapa indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,78 persen; kelompok transportasi sebesar 0,63 persen.

Kemudian, kelompok kesehatan sebesar 0,53 persen; kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,44 persen; kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,12 persen; dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,01 persen. Untuk kelompok pendidikan pada bulan Oktober 2022 cenderung stabil.

“Sementara itu kelompok yang menunjukkan penurunan indeks pada Oktober 2022 yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,44 persen; kemudian kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami penurunan indeks masing-masing sebesar 0,10 persen; dan terakhir kelompok pakaian dan alas kaki mengalami penurunan sebesar 0,02 persen,” paparnya.

Inflasi Nasional

BPS juga melaporkan, pada Oktober 2022 terjadi inflasi year on year (y-on-y) sebesar 5,71 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 112,75. Inflasi y-on-y tertinggi terjadi di Tanjung Selor sebesar 9,11 persen dengan IHK sebesar 112,73 dan terendah terjadi di Ternate sebesar 3,32 persen dengan IHK sebesar 110,75.

Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 6,76 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,50 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 3,30 persen.

Selanjutnya,kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 5,08 persen; kelompok kesehatan sebesar 2,70 persen; kelompok transportasi sebesar 16,03 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 2,85 persen; kelompok pendidikan sebesar 2,74 persen.

Kemudian, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 4,72 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 5,41 persen. Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,42 persen.

Tingkat deflasi month to month (m-to-m) Oktober 2022 sebesar 0,11 persen dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) Oktober 2022 sebesar 4,73 persen.

Tingkat inflasi y-on-y komponen inti Oktober 2022 sebesar 3,31 persen, inflasi m-to-m sebesar 0,16 persen, dan inflasi y-to-d sebesar 2,97 persen.

Penulis: Intoniswan | Editor: Intoniswan

Tag: