
SAMARINDA.NIAGA.ASIA — Kehadiran taman modern di Jalan Bung Tomo, Samarinda Seberang, sedianya menjadi angin segar bagi warga.
Namun, alih-alih menjadi tempat bersantai yang nyaman, taman yang berada tepat di bawah Jembatan Mahakam Kota (Mahkota) IV itu justru dikeluhkan warga karena lokasinya bersebelahan dengan Tempat Pembuangan Sampah (TPS).
Pantauan di lokasi, taman ini sebenarnya menawarkan visual yang memanjakan mata. Dengan pemandangan langsung menghadap Sungai Mahakam, taman ini dilengkapi fasilitas kursi taman yang mencukupi, lampu taman estetik, serta pepohonan rindang yang memberikan kesejukan.
Sayangnya, jarak TPS yang tidak sampai 50 meter membuat aroma tidak sedap kerap tercium hingga ke area duduk taman.
Warga Sungai Keledang Samarinda, Riandi Wijaksono, 22 tahun, mengaku belum ada keinginan untuk pergi ke taman itu, karena lokasinya yang berdekatan dengan TPS.

“Belum pernah nongkrong, sekadar lewat saja. Ini tadi rencananya mau olahraga, tapi mampir buang sampah dulu di sini. Kalau nongkrong di sini pasti kebauan,” kata Riandi ditemui di lokasi, Senin 19 Januari 2026.
Riandi.menyayangkan perencanaan lokasi taman itu. Padahal, menurutnya, warga Samarinda Seberang sangat membutuhkan ruang publik gratis buat bersantai. Keberadaan TPS itu justru jadi pertanyaan warga.
“”Bentuk tamannya sebenarnya oke, bagus. Tapi saya bingung, kenapa lokasinya harus bersebelahan dengan TPS?” ujar Riandi.
Dia menyarankan agar TPS dipindahkan ke lokasi yang lebih representatif, misalnya di sekitar jalur utama Jalan APT Pranoto Samarinda yang dinilainya lebih strategis sebagai lokasi TPS, sehingga fungsi taman menjadi lebih maksimal.
“Daerah jalan APT Pranoto Samarinda Seberang, cocok kalau TPS ini dipindahkan ke sana. Di sana juga kan jalur utama jadi masyarakat gampang buang sampah,” ujar dia.
Respons tidak jauh berbeda dilontarkan Yati, 63 tahun, warga Sungai Keledang. Menurut dia, taman itu selain beraroma bau karena dekat TPS, kebersihannya juga kurang terawat karena banyak guguran daun kering.

“Bagus saja tamannya, dingin di sini. Tapi ya itu, kotor tidak ada yang bersihkan. Mana dekat sampah juga kan? kata Yati.
Dia meminta Pemkot Samarinda melalui dinas terkait untuk segera mengevaluasi keberadaan TPS tersebut.
Di samping itu, Yati juga mengusulkan adanya aturan jam buang sampah yang lebih ketat agar tampungan sampah tidak banyak saat warga sedang beraktivitas di taman. Sebab sejauh ini, TPS itu belum menyediakan aturan waktu membuang samlah.
“Taman ini kan baru sebulan ada di sini. Ke depannya mungkin pembuangannya bisa diatur. Bagusnya jam 6 sore sampai jam 6 pagi,” ujar Yati.
Meski begitu, Yanti juga bilang dia belum pernah berkunjung dan duduk bersantai di taman itu lantaran memang beraroma tidak sedap.
Petugas Penjaga TPS Nurhayati mengatakan bahwa memang saat ini belum ada aturan yang berlaku mengatur waktu jam pembuangan sampah di TPS.

“Karena taman ini juga belum diresmikan Pemkot Samarinda kan. Sejauh ini infonya TPS akan tetap di sini. Karena kalau dipindahkan bingung warga mau buang sampah di mana karena ini TPS satu-satunya,” kata Nurhayati.
Nurhayati mengklaim, meskipun berdekatan dengan TPS, namun taman yang berdekatan dengan TPS itu masih diminati pengunjung untuk bersantai.
“Ramainya biasa sore. Rencananya Minggu ini mau diberlakukan jam buang sampah yakni hanya boleh membuang jam 6 sore sampai jam 6 pagi. Sekarang belum diterapkan,” demikian Nurhayati
Penulis: Nur Asih Damayanti | Editor: Saud Rosadi
Tag: Pemkot SamarindaSamarindaTaman Bau Sampah