Tim Basarnas dan SAR gabungan lainnya dalam operasi pencarian nenek Sewa. (Foto : HO/Basarnas)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Keberadaan nenek Sewa (65), warga Palaran, yang hilang diduga tersesat di jalan kawasan tambang di Palaran, masih misteri. Enam hari pencarian dilakukan tim SAR gabungan sampai hari ini, belum berbuah hasil.

“Hari ini memasuki pencarian hari ke-6, atau mendekati hari terkahir pencarian yaitu hari ke tujuh besok hari,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan Melkianus Kotta, dikutip dari penjelasan dia, Selasa (15/9).

Melkianus menjelaskan, sejak hari pertama pencarian, tim telah melakukan pendalaman laporan, dari pihak keluarga sebagai pelapor, terkait laporan hilangnya korban, sejak 8 September 2020 lalu.

Berita terkait :

Diduga Tersesat, Nenek Hilang di Kawasan Tambang di Palaran

“Di hari kedua, tim mendapatkan tanda-tanda keberadaan korban, di beberapa titik di simpang Bantuas (Palaran) dan sekitarnya, diperkuat keterangan beberapa saksi. Dari itu, tim langsung mengolah data, untuk segera melakukan penyisiran di sepanjang daerah, diduga jadi perlintasan korban. Hasil masih nihil,” ujar Melkianus.

Kemudian, lanjut Melkianus, memasuki hari ketiga pencarian, data yang diperoleh dikembangkan, dan pencarian diintensifkan pada pencarian dan sosialisasi ke masyarakat, di sepanjang daerah diduga korban berada.

Tim Basarnas menggali informasi dari warga sekitar terkait kemungkinan keberadaan korban (foto : HO/Basarnas)

“Kami dapatkan informasi dari 2 orang warga, sempat melihat korban juga 2 hari sebelumnya, di wilayah gereja dan jalan wilayah menuju kawasan transmigran. Tim langsung menyusuri 2 tempat tersebut, dan hasil masih nihil. Korban belum ditemukan,” terang Melkianus.

“Hari keempat sampai keenam (hari ini), tim Basarnas dan relawan kota Samarinda, tetap melaksanakan operasi SAR. Namub belum ditemukan terkait keberadaan korban,” jelasnya lagi.

Melkianus juga mengungkap kendala yang ditemukan tim gabungan di lapangan. “Informasi terkait korban sangat kurang. Area dugaan (keberadaan) korban semakin meluas, dan sudah masuk kewilayah pemukiman padat penduduk. Selain itu, banyak akses jalan bisa mencapai wilayah Balikpapan dan Kutai Kartanegara,” demikian Octavianto. (006)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *