Dicari Tim SAR, Penjaga Tambak Hilang di Bulungan Ternyata di Polres

Personel Basarnas Tarakan bertemu langsung dengan Budi yang dicari SAR gabungan di Polres Bulungan, Sabtu (8/1). (Foto : tangkapan layar youtube Quick Response & Enjoy Life)

TARAKAN.NIAGA.ASIA – Budi, pemuda 26 tahun penjaga tambak di Muara Bulungan, Kalimantan Utara, yang dilaporkan hilang di area tambaknya dan dicari dua hari sejak Jumat (7/1) malam, ternyata ada di Polres Bulungan.

“Benar. Penjaga tambak yang dicari, ternyata ada di Polres Bulungan,” kata Kepala Basarnas Tarakan Amiruddin, dikonfirmasi Niaga Asia, Senin (10/1).

Amiruddin menerangkan, kabar keberadaan korban Budi itu diketahui dari keluarganya, di sela operasi pencarian.

“Jadi waktu operasi itu, sore setelah dinyatakan hilang, keluarga dapatkan informasi korban ada di Polres Bulungan,” ujar Amiruddin.

“Dari dasar informasi itu, personel Basarnas melakukan koordonasi dengan pihak Polres Bulungan untuk melakukan pengecekan. Setelah dicek, ternyata benar itu korban yang kita cari,” tambah Amiruddin.

Penjaga Tambak di Kaltara Dilaporkan Hilang

Amiruddin menyatakan, tidak diketahui persis kasus yang dialami korban Budi sehingga diamankan di Polres Bulungan. Sebab hal itu menjadi wewenang kepolisian.

“Waktu ditangkap, kita tidak tahu apa sebabnya. Cuma, perahunya ada, orangnya tidak ada. Kita tidak tahu apa kasusnya,” ungkap Amiruddin.

Kejadian Serupa di Tahun 2021

Sebelumnya juga terjadi kejadian serupa. Saat itu, Burhan (38) warga Tarakan, yang dilaporkan melompat dari speedboat SB Lestari Benuanta saat melaju dari Nunukan-Tarakan, Rabu (16/6/2021), dan dicari Basarnas dan unsur SAR gabungan ditemukan selamat di rumahnya, sehari kemudian Kamis (17/6/2021).

Dicari di Laut, Burhan yang Lompat dari Speedboat Ternyata Ada di Rumah

Amiruddin memastikan, mesti demikian sudah menjadi tugas Basarnas untuk merespons laporan masyarakat.

“Jadi karena keluarganya (keluarga korban Budi) lapor ke kami, kami slaku Basarnas standby 24 jam harus merespons dan melakukan operasi pencarian,” ungkap Amiruddin.

“Iya (risiko tugas). Namanya ada laporan, tetap kami tindaklanjuti. Jadi setelah kita pastikan korban itu adalah yang kita cari, Sabtu (8/1) sore kita tutup operasi SAR,” tegas Amiruddin.

Amiruddin juga menggarisbawahi, Basarnas Tarakan memiliki wilayah kerja di seluruh wilayah provinsi Kalimantan Utara.

“Meski kami di Tarakan, tapi ada kejadian lokasinya di Kalimantan Utara, kami tetap laksanakan operasi SAR pencarian,” pungkas Amiruddin.

Penulis : Saud Rosadi | Editor : Saud Rosadi

Tag: