Alma Punyenko bersama suami dan anaknya menempati ruang penampungan BP2PMI Nunukan (foto Budi Anshori/Niaga.Asia)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA-Alma Punyenko, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Toraja, Sulawesi Selatan yang dideportasi dari Malaysia melalui Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara dan ditampung sementara di Rusunawa Nunukan  sebelum dipulangkan ke daeras asalnya, pada Sabtu (5/9/2020) melahirkan anak laki-laki di Puskesmas Nunukan Selatan.

Alma  bersama suaminya adalah PMI yang telah 8 tahun bekerja di Lahad Datu, Sabah, Malaysia sebagai buruh pabrik pupuk. Pasangan suami istri ini tertangkap  dan dideportasi dari Malaysia karena tidak memiliki dokumen ketenagakerjaan dan paspor.

Usai menjalani persalinan anak keduanya, Alma dan suami ditempatkan dipenampungan milik BP2PMI Nunukan di jalan Pelabuhan Baru Nunukan. Eks PMI yang sempat menempati penjara Rumah Tahanan Sementara (PTS) di Tawau, tidak berencana lagi kembali ke Malaysia.

“Saya niatnya pulang kampung ke Sulawesi, kami sepakat membuka lembaran hidup baru di Indonesia bersama anak-anak,” kata Alma pada Niaga.Asia, Senin (09/09/2020).

Sementara Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan pada Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2PMI) Nunukan Arbain mengatakan, Alma Punyenko adalah PMI yang masuk dalam rombongan 131 orang deportasi tanggal  03 September 2020.

“Dua hari setelah menempati di Rusunawa, atau Sabtu lalu (5/9/2020), Alma  mengeluhkan sakit, kemudian dirujuk ke Puskesmas Nunukan Selatan. Sekitar pukul 13:10 Wita Alma melahirkan anak laki-laki dengan selamat,” katanya (07/09).

Selain Alma, masih ada satu  orang PMI dirujuk ke Rumah Sakit Nunukan lantaran memiliki penyakit gatal-gatal yang cukup berat. Kemudian, ada lagi 16 orang PMI yang terdata sebagai penduduk Nunukan dilepaskan  karena  memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Nunukan.

BP2PMI Nunukan juga mencacat terdapat 12 orang PMI deportan lainnya dilepaskan dengan alasan diambil oleh perusahaan untuk bekerja di kebun sawit PT KHL. Pelepasan ini dibuktikan dengan keterangan resmi oleh perusahaan penampung.

“Jadi ada 28 orang dilepaskan dari rombongan eks PMI deportasi. Lebihnya 103 orang akan dipulangkan pada 9 September menggunakan kapal laut menuju Sulawesi,” terangnya. (002)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *