Diduga Elus-elus Tiga Mahasiswinya, Dosen Universitas Mulawarman Diadukan ke Polisi

Robert Wilson Berlyando (kiri) bersama tim kuasa hukum Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Fakultas Hukum Universitas Mulawarman mengadukan dosen Fakultas Kehutanan dengan dugaan pelecehan seksual ke Polresta Samarinda, Senin 29 Agustus 2022 (istimewa)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA — Seorang dosen Universitas Mulawarman di Samarinda, diadukan ke Polresta Samarinda dengan dugaan pelecehan seksual terhadap tiga mahasiswinya Senin.

Pengaduan tiga mahasiswi terhadap oknum dosen itu masih berupa laporan tertulis dan belum dituangkan ke dalam laporan polisi.

“Kami laporkan tenaga pengajar dosen Fakultas Kehutanan, yang patut diduga melakukan kejahatan kesusilaan kepada mahasiswi bimbingannya,” kata Robert Wilson Berlyando, kuasa hukum ketiga mahasiswi dari tim Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Fakultas Hukum Universitas Mulawarman dalam pernyataannya kepada niaga.asia.

Robert menerangkan, tim kuasa hukum mendampingi tiga mahasiswi diduga korban tindak asusila masing-masing E, D dan S.

Waktu kejadian masing-masing korban pada pertengahan tahun 2021, akhir tahun 2021 serta tahun 2022.

“Tapi locus-nya sama, di kampus. Modusnya memberikan bimbingan di ruangan, yang menurut kami cukup tertutup. Di dalam situ private. Jadi saat konseling bukan materi tugas akhir yang dibahas, tapi impuls-impuls melanggar norma-norma kesusilaan. Kira-kira seperti itu,” terang Robert.

Dugaan tindakan asusila itu berupa kontak fisik sang dosen kepada ketiga mahasiswinya.

“Ada (kontak fisik). Memijat, mengelus-elus bagian tubuh dari korban,” Robert merinci.

Ketiga korban adalah mahasiswi yang menjalani bimbingan satu per satu dan tidak saling akrab satu sama lain.

“Jadi sesama mahasiswi bilang kamu juga ya dosennya sama? Aku diginikan loh, akhirnya terungkap. Patut diduga ini habbit yang dilakukan terus menerus,” kata Robert.

Pengaduan itu membawa pesan bagi masyarakat umum, terutama di lingkungan pendidikan agar kejadian itu tidak terulang lagi di masa mendatang.

“Karena itu sangat merugikan wajah, citra dari almamater. Karena patut diduga perbuatan itu sering dilakukan atau dianggap lumrah oleh beberapa orang,” Robert menjelaskan.

“Tapi bagi korban ini tentu menjadi tekanan psikologis yang kuat. Karena menurut psikolog pendamping, korban mengalami trauma,” dia menambahkan.

Dengan begitu mencuat dugaan korban lebih dari 3 mahasiswi. Meski demikian itu dikembalikan kepada masing-masing personal mahasiswi itu sendiri.

“Sebenarnya kasus ini sudah lama dan sempat ada aksi demo yang menyatakan dukungan kepada korban. Jadi korban ini fokus dulu dengan pendidikannya, dan ada yang sedang kuliah kerja nyata. Jadi setelah mereka kumpul, baru kita lakukan upaya ini,” jelas Robert.

Yang memprihatinkan dalam perjalanannya, ada mahasiswa yang mendukung terduga pelaku dosen, yang mana menilai perbuatan itu sebagai hal biasa.

“Jadi asas-asas pembiaran ini perlu diluruskan jangan sampai dianggap lumrah,” sebut Robert.

Bersama tim kuasa hukum akan membawa kasus itu hingga ke pengadilan nantinya.

“Tentu dikawal sampai pengadilan, sampai berkekuatan hukum tetap. Tujuan sebenarnya mengedukasi masyarakat agar berani bersikap, dan di lingkungan pendidikan harus bersih dari perbuatan yang kecenderungannya melanggar kesusilaan. Kita akan lalui semua proses ini,” Robert menegaskan.

Dalam waktu dekat, tim kuasa hukum akan melaporkan resmi dugaan tindak asusila itu ke Polresta Samarinda. Di mana nantinya kepolisian akan mengeluarkan laporan polisi (LP) telah menerima kasus itu.

“Nanti akan laporan resmi melalui LP itu,” demikian Robert.

Komisaris Polisi Andika Darma Sena, kepala satuan reserse kriminal Polresta Samarinda menyatakan timnya akan mempelajari lebih dulu aduan yang dituangkan dalam laporan tertulis itu, dan menunggu laporan resmi kepolisian.

“Laporan nanti kita pelajari. Jadi nanti dengan laporan itu kita akan periksa dulu untuk korban, dan pencabulan seperti apa. Nanti kita dalami semua,” kata Andika, ditemui di kantornya Senin.

Penulis : Saud Rosadi | Editor : Saud Rosadi

 

Tag: