Diduga Gangguan Jiwa, Wanita di Bulungan Tewas Bakar Diri

Satreskrim Polres Bulungan mengevakuasi jasad korban bunuh diri (Foto : Istimewa/Niaga Asia)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA – Diduga mengalami gangguan jiwa, MR (42) warga Bulungan di Kalimantan Utara, mengakhiri hidupnya dengan membakar diri setelah menyiramkan minyak tanah, dan menyulutkan api ke badannya hingga tewas, Minggu (20/6).

“Perempuan ini lajang, sehari-hari hidup dengan orangtuanya yang sudah sepuh,” kata KBO Satreskrim Polres Bulungan Iptu Bernard Siregar saat dihubungi Niaga Asia, Senin (21/6).

Aksi bunuh diri MR dilakukan dalam kamar mandi, bahkan di hadapan orang tuanya. Polisi sampai saat ini masih melakukan penyelidikan penyebab bunuh diri. Untuk melengkapi penyidikan, jasad korban divisum di RSUD Bulungan.

Berdasarkan keterangan pihak keluarga, sebelum bunuh diri dan menyiramkan minyak ke seluruh tubuhnya, korban masuk ke dalam kamar mandi sambil membawa lilin dan korek api, yang belakangan digunakan untuk membakar dirinya sendiri.

“Lilin dihidupkan lalu disalutkan ke tubuhnya. Karena orang tuanya sudah sepuh, tidak berdaya menghalangi anaknya,” ujar Bernard.

Di lokasi kejadian, polisi menemukan jeriken minyak tanah, korek api, botol air mineral dan sisa-sisa tubuh korban yang hangus terbakar dengan luka berat di sekujur tubuh. Korban diketahui meninggal dunia sebelum dibawa ke RSUD.

Kejadian tragis ini dilaporkan tetangga korban, AA, ke Polres Bulungan sekitar pukul 16.00 WITA. Adapun peristiwa itu terjadi di kediaman korban sendiri, di Jalan Cempedak, Kecamatan Tanjung Selor, Bulungan.

“Kita masih menunggu hasil visum dokter dan mengumpulkan informasi-informasi dari tetangga atau saksi-saksi,” ungkap Bernard.

Menurut pengakuan saksi, korban sering berseliweran di jalan-jalan, namun tidak pernah membuat masalah atau mengganggu orang lain. Sebenarnya, korban yang diduga mengalami gangguan jiwa itu juga dalam pengawasan orang tuanya.

Saat dilakukan evakuasi dari lokasi kejadian, sekujur tubuh korban hangus terbakar hingga kulitnya mengelupas. Tidak terlihat tanda-tanda kekerasan di tubuhnya.

“Hangus hitam, daging-dagingnya putih. Luka bakarnya 75 persen, rambutnya masih ada sedikit,” demikian Bernard.

Penulis : Budi Anshori | Editor Rachmat Rolau

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *