
SEBULU.NIAGA.ASIA – Seorang pemuda berinisal KSR, berusia 22 tahun ditemukan meninggal dunia akibat gantung diri di sebuah kamar istirahat tempat pencucian mobil pada Kamis (12/3/2026) pagi pukul 09.00 WITA di Desa Mekar Jaya, Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Korban yang diketahui warga asal Blora, Jawa Tengah itu diduga nekat mengakhiri hidupnya karena persoalan asmara. Sebelum kejadian, korban bahkan sempat mengirim pesan teks melalui WhatsApp kepada ibu kandung dan tunangannya yang berisi pamitan untuk bunuh diri.
Menanggapi itu, Kapolsek Sebulu, IPTU Edy Subagyo, mengatakan bahwa korban pertama kali ditemukan oleh rekan kerjanya di lokasi tempat ia bekerja.
“Korban ditemukan dalam kondisi tergantung menggunakan seutas tali nylon berwarna biru yang terikat pada kasau atap kamar,” ujarnya dalam laporan kejadian, Jumat (13/3/2026).
Peristiwa tersebut bermula pada Kamis pagi (12/3/2026) sekitar pukul 09.00 Wita. Saat itu salah satu saksi, Solikin (42), sedang mencuci kendaraan di tempat pencucian mobil tempat korban bekerja.
Setelah selesai bekerja, Solikin bermaksud masuk ke kamar yang biasa digunakan para pekerja untuk beristirahat. Namun ketika pintu kamar dibuka, ia benar-benar terkejut melihat korban sudah dalam posisi tergantung dengan tali nylon yang terikat di kasau atap kamar.
Melihat kondisi tersebut, Solikin langsung memanggil dua rekan kerja lainnya, yakni Muhammad Raihan (25) dan Yuhan Sugianto (21) yang juga berada di sekitar lokasi.
Ketiga saksi kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pemilik usaha pencucian mobil bernama Toni.
Selanjutnya peristiwa itu diteruskan kepada pihak kepolisian. Petugas Polsek Sebulu bersama tenaga medis dari Puskesmas Sebulu II serta warga sekitar kemudian mendatangi lokasi kejadian.
Petugas dan warga kemudian menurunkan jenazah korban untuk dilakukan pemeriksaan luar oleh petugas medis. Hasilnya beber IPTU Egy Subagyo, ditemukan beberapa tanda yang mengarah pada kematian akibat gantung diri.
“Lidah korban menjulur, air liur menetes dari mulut, keluarnya cairan sperma dan kotoran dari tubuh korban,” jelasnya.
Petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti di lokasi kejadian, yakni satu unit telepon genggam merek Infinix berwarna biru milik korban serta seutas tali nylon berwarna biru yang digunakan untuk menggantung diri.
Dari pemeriksaan ponsel korban, ditemukan percakapan WhatsApp antara korban dengan ibu kandung dan tunangannya. Dalam pesan teks itu, korban berpamitan untuk mengakhiri hidupnya, bahkan dengan mengirimkan foto tali yang akan digunakan untuk gantung diri.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara dan isi percakapan di ponsel korban, kuat dugaan aksi bunuh diri tersebut dipicu persoalan asmara yang dialami korban.
Pihak kepolisian kemudian menghubungi keluarga korban yang berada di Jawa untuk memberitahukan kejadian tersebut.
Setelah dilakukan pemeriksaan di Puskesmas Sebulu II, keluarga korban melalui komunikasi video call menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.
Keluarga juga memberikan izin agar jenazah korban dimakamkan di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kukar. Jenazah kemudian diserahkan kepada pihak desa untuk dilakukan proses pemakaman.
Penulis: Lydia Apriliani | Editor: Intoniswan
Tag: Bunuh Diri